Seperti yang diketahui, penyakit Covid-19 yang telah menyebar ke hampir seluruh negara di muka bumi. Covid-19 yang menyebabkan sesak napas akut hingga kematian ini telah memperhadapkan kita pada suatu keadaan yang menuntut kita untuk melakukan banyak perubahan, salah satunya seperti physical distancing hingga mengarantina diri. Perilaku dan gaya hidup masyarakat pun tidak luput dari perubahan ini, terutama sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan penyakit ini sebagai pandemi pada 11 Maret 2020 lalu.

Namun ditengah situasi yang belum jelas seperti sekarang ini, kita dapat melihat sisi positif selama kita menerapkan physical distancing. Sisi ini mungkin bukanlah sesuatu yang baru, tetapi kerap diabaikan sebelumnya dan sekarang menjadi suatu tren di antara masyarakat. Sekiranya ada enam hal positif yang kita alami selama masa pandemi:

  1. Kebersihan diri dan sekitar selalu terjaga

Jika dulu kita hanya mencuci tangan seadanya untuk membersihkan kotoran dan debu, sekarang tindakan kecil ini dilakukan lebih menyeluruh dan teliti. Tidak lagi membersihkan tangan di air kobokan, tetapi menggunakan sabun dan air mengalir.

Kita pun menjadi lebih rajin untuk membersihkan rumah dan pekarangan karena memiliki waktu lebih dan sadar akan pentingnya kebersihan. Karena seperti kata pepatah, “Kebersihan adalah pangkal kesehatan”.

Selain itu, kita juga lebih disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan membawa hand sanitizer. Dengan demikian kita tidak hanya menangkal virus ke tubuh, tetapi mencegah virus menyebar lebih luas lagi.

  1. Makan lebih sehat

Virus Corona menyerang manusia yang memiliki daya tahan tubuh atau imun yang rendah. Untuk meningkatkan imunitas, asupan makanan pun menjadi perhatian. Pola makan yang bergizi dan seimbang, konsumsi lebih banyak buah dan sayur, penuhi kebutuhan cairan tubuh, memasak makanan sendiri sampai matang sempurna, dan jaga kebersihannya adalah panduan yang bisa terus diterapkan, bahkan hingga pandemi ini berakhir.

  1. Olahraga teratur

Imunitas juga harus ditingkatkan dengan rutin melakukan olahraga. Walaupun masyarakat dibatasi dengan kondisi physical distancing, hal ini tidak menyurutkan semangat untuk melakukan aktivitas fisik. Banyak olahraga yang bisa dilakukan selama di rumah, seperti lompat tali, jogging di tempat, push-up, pull-up, sit-up,yoga, zumba, atau senam aerobik lainnya (bisa diikuti dari Youtube).

  1. Waktu berkualitas dan komunikasi bersama keluarga meningkat

Apabila selama ini kesibukan membuat waktu berkumpul berkurang, pandemi membuatkita memiliki kesempatan yang cukup untuk berkumpul dan menciptakan quality time bersama keluarga. Namun, jika kita terpaksa harus berpisah jarak dengan orang terkasih, teknologi digital seperti panggilan video pun menjadi andalan utama kita untuk tetap menjalin komunikasi.

  1. Mengasah kemampuan dan belajar hal baru

Karantina menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan kemampuan yang sebelumnya mungkin terhambat karena kesibukan lain. Memasak jenis makanan baru, menulis buku atau kumpulan puisi, mengembangkan hobi mungkin adalah sebagian dari kegiatan yang bisa semakin ditingkatkan.

Menariknya, kita juga bisa mempelajari hal-hal baru yang mungkin tidak terpikir sebelumnya. Misalnya menggunakan media video conference untuk mengikuti seminar, pertemuan pekerjaan, atau hanya menyapa sahabat yang jauh.

  1. Membantu sesama

Banyak aksi sosial telah dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mereka yang terkena dampak pandemi ini. Mulai dari mendonasikan alat perlindungan diri (ADP), sembako, atau membagikan makanan kepada pengemudiojek online. Seperti yang telah dilakukan oleh Universitas Kristen Maranatha yang telah membagikan faceshield pada rumah sakit/klinik yang membutuhkan.

Baca juga:Maranatha Produksi Face Shield 3D Printing untuk Donasi APD Tim Medis

Itulah enam hal positif yang terjadi selama pandemi yang terjadi di sekitar kita. Mungkin ada hal-hal lain yang tidak tertulis disini, tetapi hal positif yang kamu alami atau dengar dariorang lain tentunya akan memberikan pelajaran hidup yang baik,terutama bagi diri sendiri di masa depan. Perilaku baik ini juga jangan hanya terjadi sementara dan berhenti setelah pandemi berakhir, tetapi terus dilakukan dan menurun kepada anak cucu kelak.

Foto: Unsplash.com

Upload pada 30 June 2020