Mahasiswa fashion dari Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha kembali menyemarakkan Jabar Ngagaya 2018 pada hari Minggu, 2 Desember 2018. Acara ini diadakan rutin tiap tahun oleh Disperindag Provinsi Jawa Barat. Jika biasanya acara diadakan di Gedung Sate, kali ini acara diadakan di Trans Studio Mall. Selain fashion show, ada juga beberapa lomba yang salah satunya dimenangkan oleh Cherish Rosethalia yang merupakan mahasiswi angkatan 2018. Karyanya berhasil meraih penghargaan Juara II Lomba Desain Batik Kontemporer.

Karya fashion dari Universitas Kristen Maranatha menjadi penampilan penutup dalam sesi Jabar Ngagaya Runway Catwalk University 2018 di Minggu malam. Sesi ini juga menampilkan karya Kriya ITB, Fashion STDI, Artisttextiles Muhammadiyah Bandung, dan Kriya Telkom. Keenam karya mahasiswa Universitas Kristen Maranatha tampil menggebrak dan menjadi penutup yang indah dalam Jabar Ngagaya 2018. Eksplorasi motif dan tekstur tekstil tradisional banyak ditampilkan oleh universitas lain. Sedangkan Universitas Kristen Maranatha menampilkan perpaduan eksplorasi tekstil tersebut dengan model busana yang kontemporer dan unik. Hal ini sangat terlihat di dalam dua busana pria dan empat busana wanita yang ditampilkan.

Busana yang ditampilkan merupakan tugas para mahasiswa semester V dari mata kuliah Studio Desain Busana dan Mode III, serta Pola dan Jahit III. Diawali dengan busana wanita karya Vania Glorianna “Polkahiza” yang terinspirasi dari ubur-ubur Phyllorhiza Punctata. Karya ini menggunakan detail ruffles untuk merepresentasikan tentacles-nya serta digital printing dan payet untuk merepresentasikan coraknya. Busana kedua adalah busana pria karya Deviana “Citranoman” yang menampilkan citra Hanoman dari wiracarita Ramayana dengan keunikan pada warna monokrom serta siluetnya. Selanjutnya adalah busana pria dengan styling dan reka bahan yang menarik karya Lola Nadya Larasati “Marsigorgor” yang berasal dari bahasa Batak dengan arti semangat yang membara dan bergejolak. Busana ini terinspirasi dari Raja Sisingamangaraja XII beserta segenap rakyat Sumatera yang berjuang melawan penjajah Belanda.

Selanjutnya busana keempat adalah busana pria karya Jessica Zefanya “Boko” yang terinspirasi dari tari Boboko Nangkub asal Jawa Barat. Tarian tersebut melambangkan boboko jangan sampai kosong tanpa isi atau terbalik agar hidup terus berjalan dan sejahtera. Busana kelima adalah busana pria karya Angela Chrestella Marvin “Patau Wekki” terinspirasi dari perang tradisional Pasola dari Sumba, NTT yang berfungsi meningkatkan kekerabatan antardaerah. Keunikan reka bahan berupa sulam benang dan perpaduan warna dengan makna mendalam menjadi kekhasan desain ini. Terakhir adalah busana wanita karya Jeani yang terinspirasi dari bangunan The Treasury atau Al Khazneh di Petra, Yordania dengan paduan warna kecoklatan yang harmonis. Dengan kekayaan makna dan keunikan desainnya, tidak salah bukan jika karya fashion Maranatha menjadi penutup Jabar Ngagaya 2018? (Isabella Isthipraya Andreas, M.Ds.)

 

Upload pada 12 December 2018