Di masa pandemi Covid-19, berbagai situasi dan isu-isu dunia pun terjadi di sekeliling kita. Melalui exhibition yang berjudul “Living with Style Through Pandemic”, Program Diploma Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha mengajak mahasiswa untuk sadar dengan situasi yang terjadi. Dengan merefleksikan pengalaman mereka melalui karya ilustrasi fashion, sebanyak 48 karya dari 25 mahasiswa angkatan tahun 2018 dipamerkan dan dapat dilihat pada Jumat, 3 Juli 2020 di akun Instagram @fashionmaranatha dan @meraki.himafashionmcu.

Exhibiton yang diselenggarakan secara online ini merupakan bagian dari mata kuliah Ilustrasi Busana dan Mode II yang berlangsung selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Melalui pameran ini, Dosen Diploma Seni Rupa dan Desain, Yosepin Sri Ningsih, M.Ds. berharap mahasiswa bisa peka terhadap kondisi sosial, lingkungan, dan segala pergerakan yang terjadi di sekeliling mereka. “Pada umumnya kelas gambar atau fashion illustration terkesan hanya bersifat praktikal. Melalui pameran ini, saya ingin berbagi bahwa kelas ini bukan hanya bersifat praktik, tetapi juga mempelajari konsep dan hal filosofis,” ucap Yosepin.

Dari semua karya mahasiswa, Yosepin mengumpulkan kata kunci yang terbagi dalam tiga fase penting. Fase pertama ketika situasi mengejutkan terjadi dan saat manusia bertemu dengan sesuatu yang tidak bisa “dihapus” dari bumi ini. Fase kedua, yaitu adaptasi. Sebagai makhluk probabilitas yang tumbuh, memiliki impian, manusia bisa memilih apa yang mereka inginkan. Inilah yang membuat manusia bisa bertahan dari bencana yang disebabkan oleh alam atau tingkah laku manusia itu sendiri. Fase ketiga adalah fase baru, berarti kolaborasi antara manusia dan alam. Pada fase ini, manusia tidak lagi memperlakukan dunia sebagai objek. “Kami tidak belajar tentang alam, tetapi kami belajar dari alam,” jelas Yosepin.

Salah satu karya yang ditampilkan adalah karya yang berjudul Rotator’s Casualty milik Joanna Zenas M. P., mahasiswi Program Diploma Seni Rupa dan Desain. Joanna mengaku bahwa dirinya terinspirasi dari perawat dan staf medis yang berjuang dan bertugas untuk mengurus pasien Covid-19 di rumah sakit. Judul yang diangkatnya memiliki pengertian sebagai berikut: Rotator merupakan istilah bagi seorang pasien yang memiliki kasus sangat rumit sehingga ia perlu ditangani oleh berbagai perawat yang berbeda setiap harinya untuk mengatasi kelelahan staf medis. Sementara itu, Casualty merupakan istilah bagi korban. “Maka dari itu, perawat di sini adalah seorang korban dari pasien rotator tersebut,” ungkapnya.

Bagi Joanna, ia sangat senang menjadi bagian dari exhibiton online ini. “Ada kebanggaan tersendiri mengetahui karya kerja keras kita bisa ditampilkan secara publik,” katanya. Di saat kondisi yang memaksa semua orang untuk berdiam diri di rumah, hal ini membuat Joanna menyadari kejadian yang terjadi di sekelilingnya. Sebagai contoh, isu-isu yang berkaitan dengan pandemi dan isu rasisme. “Menurut saya, sangat menarik bisa melihat karya teman-teman yang memiliki pandangan dan pendekatan yang berbeda-beda melalui karya ilustrasi yang bernuansa pandemi ini,” ujarnya. (ns/gn)

Foto: dok. Joanna Zenas M. P. (Program Diploma Seni Rupa dan Desain)

Upload pada 7 July 2020