Masih dalam rangkaian Webinar Series, Fakultas Teknologi Informasi dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha kembali menyelenggarakan webinar dengan topik “Designing E-Learning”. Penyelenggaraan pada tanggal 8 Juli 2020 ditujukan untuk guru-guru Sekolah BPK Penabur, sedangkan tanggal 10 Juli 2020 ditujukan untuk guru-guru Sekolah Kristen Yahya dan sekolah binaan Bebras Indonesia.

Dr. Bernard Renaldy Suteja, S.Kom., M.Kom. dan Tiur Gantini, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknologi Informasi Maranatha berkesempatan untuk memberikan materi kepada para peserta. Bernard yang membawakan materi mengenai “Dinamika Pembelajaran Saat Pandemi Covid-19” memberikan survei mengenai pengajaran daring pada awal sesinya. Menurut Bernard, pengajaran daring memiliki tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Namun di balik itu semua, ada hikmah yang didapatkan dalam pengajaran daring ini. Beberapa di antaranya adalah memperoleh kompetensi baru, menjadi guru penggerak, dan lain-lain.

Pembelajaran jarak jauh yang mulai diterapkan pada masa pandemi Covid-19 ini juga menghadapi permasalahan. Menurut Bernard, proses belajar siswa saat ini digambarkan melalui 5R: Relevance, artinya lebih suka mengakses informasi melalui cara yang cepat sesuai dengan kebutuhan; Rationable, artinya belajar tidak di bawah sistem otoriter; Relaxed, artinya menyukai suasana belajar yang nyaman dan tidak kaku; Rapport, artinya pengajar harus mampu membuka membangun kepercayaan (common interest); dan Research, artinya siswa lebih suka dilibatkan dalam proyek kolaborasi.

Bernard mengatakan, yang harus dipahami dengan online learning adalah sistem pembelajaran daring bukanlah pembelajaran tatap muka yang di-online-kan. Selain itu, hal ini harus mengoptimalkan pemanfaatan ruang belajar di luar tatap muka. Ia juga memberikan arahan mengenai desain online learning, seperti melibatkan siswa terkait model pembelajaran, menggunakan aplikasi online untuk mempermudah membuat learning content dan penugasan, learning activities, hingga online ice breaking.

Selanjutnya, Tiur Gantini meneruskan sesi materi dengan membawakan materi berjudul “Design E-Learning”. Dalam sesi ini, Tiur memberi masukan terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ), serta menjelaskan mengenai elemen-elemen yang harus ada dalam e-learning.

Untuk mempermudah proses pengajaran daring, Tiur menyarankan untuk menggunakan salah satu fitur dalam G Suite for Education, yaitu Google Classroom untuk mempermudah proses PJJ. Ia pun mendemokan penggunaan platform ini kepada peserta agar para guru-guru dapat mengerti cara menggunakannya. Menciptakan electronic simulation pada e-learning juga disarankan agar guru dapat membuat virtual classroom lebih menarik. Selain itu, e-learning juga dapat memasukkan unsur collaborative learning, yaitu dengan mengombinasikan pembelajaran dengan kegiatan kolaboratif, seperti diskusi, berbagi pengetahuan, hingga mengerjakan proyek bersama. Media yang digunakan dapat berupa social software, seperti obrolan (chat), forum diskusi, dan blog.

Setelah metode disampaikan, Tiur pun mengingatkan para guru untuk melakukan evaluasi pengajaran untuk perbaikan pengajar. “Pada e-learning ini kita bisa melakukan macam-macam hal, yang penting tujuannya sampai. Tujuannya itu adalah kompetensi yang ingin dicapai dengan pembelajaran yang mau kita buat,” tutupnya. (gn)

Upload pada 13 July 2020