Buah stroberi yang mampu beradaptasi dan tumbuh subur di dataran tinggi merupakan salah satu produk favorit daerah Lembang, Bandung. Peluang agrobisnis dari tanaman ini ditangkap oleh Julianto dan Julia, sepasang suami istri pemilik La Fresa Farm di Lembang. Namun mengembangkan usaha tersebut tidak semudah yang dibayangkan. La Fresa kemudian mencari peluang baru melalui usaha agrowisata. Pemahaman akan dunia usaha agrowisata ini akhirnya mempertemukan La Fresa dengan Universitas Kristen Maranatha.

Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha melalui mata kuliah Kewirausahaan dan Manajemen Pemasaran Program Studi S-1 Manajemen mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan mendorong dan membantu La Fresa untuk mewujudkan usaha agrowisata. Dalam keterangannya saat ditemui pada hari Rabu (29/05/2019), Nonie Magdalena, Wakil Rektor IV sekaligus salah satu dari beberapa dosen Fakultas Ekonomi yang tergabung dalam kegiatan tersebut mengatakan, “Pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di kawasan La Fresa Farm yang sudah diadakan pada 3 Mei 2019. FGD ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan pengabdian”.

Tema yang diusung adalah “Optimalisasi Program Pemasaran bagi Pelaku Usaha Agrowisata Stroberi”. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk mengetahui pemahaman strategi STP (Segmentasi, Targeting, dan Positioning) dan bauran pemasaran. Ketua tim pelaksana FGD, Allen Kristiawan, juga menyampaikan “La Fresa dengan ide segarnya, kiranya mampu membangun citra agrowisata edukasi stroberi semakin segar kembali.” Pernyataan ini muncul, karena saat ini agrowisata kebun stroberi sedang mengalami kelesuan.

Selain itu dalam era digitalisasi, peranan media sosial sangat penting dalam menciptakan awareness. Hal ini disampaikan oleh Anny Nurbasari, selaku dosen Manajemen Merek, “Slogan dapat menciptakan positioning dalam benak konsumennya.” Ariesya Aprilia, dosen KBK MP juga mengatakan, “Sangat penting untuk dapat memaksimalkan penggunaan media sosial dengan bekerja sama dengan influencer untuk meningkatkan brand awareness.

Dari kegiatan FGD yang dilakukan, ternyata La Fresa memiliki banyak ide segar dengan produk-produk yang menjanjikan. Namun itu semua belum dapat dikelola dengan maksimal. “Untuk itulah pemahaman akan sisi teoretis dan praktis diperlukan untuk menganalisa dan mempersiapkan usaha agrowisata ini dalam pelaksanaannya,” demikian disimpulkan oleh Ika Gunawan, dosen Program Studi Manajemen. Konsep agrowisata edukasi stroberi bukan saja menyajikan buah untuk dipetik, tetapi memberikan unsur edukasi melalui perjalanan wisatanya. “Dengan target utama sekolah yang menyelanggarakan field trip pada week day dan tamu keluarga yang datang pada weekend, kiranya La Fresa dapat menjadi suatu tempat yang menjanjikan dan merupakan new concept untuk agrowisata edukasi di Kota Bandung,” tutupnya. (pm)

Upload pada 31 May 2019