Empat Oleh-Oleh Dari Cikini Fashion Festival 2017

Cikini Fashion Festival atau yang dikenal dengan CiFFest merupakan forum yang bertujuan untuk mempertemukan para pelaku industri fashion di Indonesia. Acara ini berlangsung pada hari Sabtu-Minggu, 5-6 Agustus 2017 yang lalu di Teater Jakarta, Institut Kesenian Jakarta dan diwacanakan sebagai acara tahunan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain yang saat ini memiliki Konsentrasi Fashion Design diberi kesempatan untuk berpartisipasi sebagai pengisi acara dalam event ini. Tidak semua instansi pendidikan fashion mendapat kesempatan yang sama dalam event tersebut. Ada empat hal menarik dari CiFFest yang dapat dibagikan dalam artikel ini.

Saat ini bidang fashion adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif dengan masukan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua bagi Indonesia. Sebagai upaya mendorong pengembangan subsektor fashion terkait ekonomi dan ketenagakerjaan, maka diperlukan wadah yang dapat mempertemukan pelaku dalam ekosistem industri fashion tersebut. CiFFest adalah program kemitraan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Creative Labs dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai wadah temu pelaku kreatif baik itu instansi pendidikan fashion, asosiasi profesi, pemerintah, desainer fashion profesional, dan media.

Pencapaian dalam industri fashion dalam menyumbang PDB terbesar kedua bagi Indonesia tentunya tidak lepas dari usaha para pelaku subsektor fashion yang sebagian besar merupakan desainer fashion profesional. Hal yang lebih penting lagi adalah peran instansi pendidikan yang memiliki komitmen dalam mencetak para desainer fashion muda kreatif agar mampu menunjukan eksistensi dirinya lewat karya-karya yang dihasilkan bagi pasar. Dalam festival ini, berbagai instansi pendidikan fashion bekerja sama dan berkolaborasi menghadirkan pameran dan fashion show yang dapat dinikmati oleh khalayak umum. Adapun instansi pendidikan yang mengikuti pameran setelah lolos kurasi adalah Institut Kesenian Jakarta selaku tuan rumah, Lembaga Pendidikan Tinggi Susan Budiharjo, LaSalle College Jakarta, Universitas Ciputra, Universitas Polimedia, Universitas Telkom, Esmod, Bina Nusantara, Instituto di Burgo, STDI Bandung, dan Universitas Kristen Maranatha. Karya yang ditampilkan adalah karya yang mencerminkan tren fashion 2017/2018.

Melalui festival ini para mahasiswa saling bekerja sama menampilkan karya-karya mereka sebagai hasil pembelajaran di lembaga pendidikan masing-masing sebagai aplikasi dari tren fashion 2017/2018. Meskipun mengacu pada tren yang sama yakni tren fashion Grey Zone 2017/2018,  namun setiap karya memiliki nilai originalitasnya sendiri dalam bentuk, warna, dan pengolahan material yang berbeda.

Selain pameran karya fashion berbagai instansi pendidikan fashion Indonesia, ada juga seminar dengan pembicara dari berbagai pelaku industri fashion di tanggal 5 Agustus 2017. Acara seminar terdiri dari 3 sesi yakni:

  1. Master Class Branding & Technology: memaparkan strategi branding dan penerapan teknologi terbaru untuk perkembangan industri
  2. Seminar Ekosistem Industri Fashion: memaparkan ekosistem industri fashion Indonesia dan komponennya.
  3. Seminar Trend Forecasting Indonesia: menjelaskan arahan trend forecasting 2017/2018 bagi fashion.

Dalam Seminar Trend Forecasting Indonesia, para mahasiswa dengan karya terbaik dari 4 instansi pendidikan fashion terpilih diundang sebagai pembicara dalam seminar tersebut. Instansi pendidikan fashion yang terpilih adalah IKJ selaku tuan rumah, Universitas Ciputra, Lembaga Pendidikan Tinggi Susan Budiharjo, dan Universitas Kristen Maranatha. Mahasiswa mempresentasikan karya mereka di hadapan para pengunjung Teater Jakarta mulai dari inspirasi tema, gagasan desain dalam bentuk ilustrasi fashion, proses realisasi karya, hingga menjadi sebuah koleksi busana. Tidak seperti sesi-sesi seminar pada umumnya di mana mahasiswa hanya menerima pengetahuan dari narasumber seminar, namun di sesi ini mahasiswa dapat belajar untuk tampil dalam memaparkan ide-ide baru dan menjadikan mereka sebagai bagian penting dalam pelaku kreatif industri fashion. Universitas Kristen Maranatha diwakili oleh Debora Stephanie (Angkatan 2013) dengan koleksi yang berjudul KONOTORI dan Jennifer Novinda Sutjiadi (Angkatan 2014) dengan koleksi yang berjudul NADAT EFFEK. Koleksi lengkap mereka dapat kita saksikan di kampus pada acara Evolusia Fashion Show, 19 Oktober 2017.

Sedangkan di tanggal 6 Agustus 2017 ada fashion show yang mengusung tema kolaborasi berbagai bidang seni pertunjukan, serta acara Focus Group Discussion (FGD) antara lembaga pendidikan tinggi dengan pemerintah yang diwakilkan oleh BEKRAF mengenai perkembangan pendidikan fashion di Indonesia. FGD yang dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Agustus 2017 juga merupakan acara penting dari festival ini. Kehadiran para dosen dari berbagai instansi pendidikan fashion di Indonesia serta asosiasi profesi Indonesia Fashion Chamber (IFC) dalam acara FGD Pendidikan Fashion Se-Indonesia bukanlah sesuatu yang sepele. FGD ini merupakan kegiatan keempat yang diikuti berbagai instansi pendidikan fashion di Indonesia, di mana para instansi pendidikan berupaya untuk menghadirkan fashion sebagai bidang keilmuan mandiri di Indonesia mulai dari jenjang D-III hingga S3 dan diakui Kemenristekdikti. Saat ini baru ada jenjang D-III dan D-IV yang diakui Kemenristekdikti, sedangkan untuk meningkatkan kualitas ekosistem fashion Indonesia sebenarnya diperlukan jenjang pendidikan hingga S3 seperti negara-negara lain yang maju di bidang fashion. Kejelasan mengenai perbedaan kurikulum dan capaian pembelajaran di setiap jenjang pendidikan pun menjadi salah satu agenda FGD yang masih akan terus dimatangkan pada beberapa FGD selanjutnya.

Sebagai puncak acara sekaligus penutupan CiFFest, diadakan sebuah fashion show yang menampilkan karya beberapa desainer fashion yang tergabung dalam IFC serta mahasiswa IKJ. Tidak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan berbagai tarian dan video mapping sehingga menjadi pertunjukan yang atraktif dan inspiratif.

Secara keseluruhan, acara Cikini Fashion Festival merupakan acara yang dapat mendukung pertumbuhan industri fashion. Dalam acara ini, para pelaku kreatif dapat saling bertukar ide, solusi dan juga berperan dalam meningkatkan kompetensi pribadi maupun kompetensi lembaga dan instansi terkait subsektor fashion. namun juga di tempat lainnya di Indonesia di mana fashion sangat diapresiasi oleh masyarakatnya. (Berita oleh: Yosepin Sri Ningsih, M.Ds. & Isabella Isthipraya Andreas, M.Ds. – Dosen FSRD)