Program Studi S-1 Sastra Jepang harumkan nama Universitas Kristen Maranatha dalam lomba Japanzuki Show 14 yang diadakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Dalam acara yang diselenggarakan pada 6 – 7 April 2019 ini Prodi Sastra Jepang mengirimkan 13 mahasiswanya untuk berkompetisi di berbagai katagori lomba.

Dalam lomba tingkat provinsi ini empat mahasiswa berhasil membawa pulang trofi, di antaranya: Matthew Jesse Henderson, Juara I Kanji Contest; Marsheilla Venny Yinat, Juara I Sakubun A; Lidia Ester Paramita S., Juara I Sakubun B; Angga Kwasadi, Juara II Sakubun B. Turut pula membanggakan Universitas dengan masuk deretan 9 Besar pemenang dalam Lomba Kaligrafi, Abkha Heryathan.

Lidia yang mengikuti kategori lomba Sakubun (mengarang) mengaku bahwa ia merasa gugup saat lomba berlangsung walau sebelumnya sudah beberapa kali mengikuti lomba. Tema yang diberikan pun dianggap sulit, apalagi harus dikerjakan dalam bahasa Jepang, “Tema yang diberikan susah, saya tidak mengira bakal dikasih tema itu. Kita harus mengarang tentang tema yang sudah diberikan dalam bahasa Jepang. Saya juga tidak mengira bakal keluar menjadi pemenang,” ujar Lidia.

Menurut Marsheilla yang baru pertama kali mengikuti lomba, ia menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan tim dari Maranatha sangatlah minim karena hanya dipersiapkan satu minggu sebelum lomba diselenggarakan. “Karena baru satu minggu sebelumnya diumumkan pendaftarannya dan kita dibimbing oleh para dosen curi-curi kesempatan di tengah kesibukan kuliah. Kita rata-rata tidak percaya diri sebenarnya karena kurang persiapan itu. Cuma puji Tuhan kita bisa melakukan yang maksimal untuk Maranatha. Walau gugup, tetap berusaha yang baik,” tambahnya.

Bagi Matthew yang mengikuti lomba kanji, kemenangannya kali ini menjadi sebuah kejutan karena dalam lomba sebelumnya ia belum bisa membawa pulang trofi. “Pertama kali tidak menang, di lomba yang kedua ini puji Tuhan bisa menang. Waktu lomba agak kurang yakin, namun saat diumumkan dan ternyata menang, saya kaget,” ungkap Matthew.

Angga yang saat itu merasa kurang percaya diri, juga tidak menyangka akan menang, “Saat lomba mengarang itu karangannya tidak masuk ke hati, jadi merasa tidak akan menang”. Abkha yang berhasil masuk peringkat 9 Besar kategori lomba kaligrafi juga mengungkapkan bahwa walau gugup, ia sangat senang mengikuti lomba ini karena merupakan mata kuliah favoritnya di kampus.

Marsheilla menambahkan harapannya untuk dapat terlibat dalam lomba-lomba lainnya. “Semoga setelah ini masih banyak kesempatan-kesempatan lainnya untuk mahasiswa Sastra Jepang untuk menambah pengalaman, menambah kemampuan bahasa Jepang, dan juga memperkuat eksistensi keberadaan Program Studi Sastra Jepang Maranatha juga di universitas lain,” tutupnya.

Selamat bagi para pemenang, harumkan terus nama Universitas Kristen Maranatha! (gn)

 

 

Upload pada 10 April 2019