Ungkapan Ecclesia reformata semper reformanda  atau Gereja Reformasi yang terus membaharui  diri menjadi tema sentral Perayaan 500 Tahun Reformasi Gereja yang dicetuskan Martin Luther di tahun 1517. Perayaan 500 tahun Reformasi Gereja ini juga dirayakan dalam lingkungan Universitas Kristen Maranatha pada 27 Oktober 2017.  Perayaan ini didahului dengan Ibadah Perayaan Reformasi Gereja yang diadakan di ruang Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M. A. dilanjutkan dengan Seminar “Reformasi Spiritual di era Millenial” yang diadakan di Ruang Paulus Gedung  Administrasi Pusat Lt.4 Universitas Kristen Maranatha.

Seminar “Reformasi Spiritual di Era Millenial” dibawakan oleh dua pembicara yaitu Pdt. Stefanus Parinussa, M.Th. dan Pdt. Yohanes B. Mulyono, M.Th. serta dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta dari civitas akademika Universitas Kristen Maranatha. Pdt. Stefanus Parinussa, M.Th. mengungkapkan bahwa status Gereja “Reformasi” seolah menjadi wilayah nyaman dimana  gereja tak perlu lagi berubah karena sudah cukup sempurna. Namun,  Pdt. Stefanus Parinussa, M.Th. mengingatkan kembali bahwa status “reformasi” merupakan tugas gereja untuk terus memperbaharui diri dari zaman ke zaman. Maka, beliau menekankan pentingnya membaharui nilai spiritualitas yang masih cukup aktual dari Martin Luther agar diteruskan dalam regenerasi hidup menggereja. Beberapa nilai itu antara lain keberanian untuk mewartakan kebenaran; kesediaan untuk membaharui diri; kedaulatan Allah sebagai yang utama; melakukan kontekstualisasi gereja; menjaga kesatuan Gereja; tetap menjadi terang dan garam yang sejati, dan memelihara ibadah yang sejati.

Sementara itu, Pdt. Yohanes B. Mulyono, M.Th. mengingatkan bahwa semestinya ada pula pembaharuan gereja dalam era millennial ini melalui pembelajaran dari The Luther effect. Pembaharuan dari The Luther effect antara lain perubahan orientasi teologis dalam memahami makna dan etos kerja; peran umat yang setara berdasarkan fungsi dan tanggungjawabnya dengan sungguh-sungguh dan maksimal; pengaruh dalam bidang politik; pengembangan dalam denominasi; anugerah perubahan paradigma dalam melihat iman dan hidup. Reformasi ini semestinya tetap dapat dilakukan di era millennial ini.

Pdt. Agustria Empi, S.Th., M.Min  menutup seminar ini dengan menggarisbawahi bahwa nilai-nilai pembaharuan itu dapat terus diterapkan dalam nilai hidup kristiani Universitas Kristen Maranatha yaitu integrity, care, dan excellence terutama di dalam diri para mahasiswa. Semoga Gereja Reformasi terus memperbaharui diri dari zaman ke zaman! (abe)

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 27 October 2017