Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan Google Developer Groups (GDG) Cloud Bandung mengadakan workshop bertajuk “Cloud Study Jam – Celebrating International Women’s Day: Play with Data”. Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 7 Maret 2020 ini pun dilengkapi dengan hadirnya tiga fasilitator dari Data Science Indonesia Wilayah Jawa Barat, yakni Sri Nuryani, Paquita Putri, dan Noer Ni’mat.

Bertempat di Laboratorium Multimedia (MMD) Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Maranatha, Grha Widya Maranatha (GWM) lantai 8, workshop yang dikhususkan untuk para wanita dan terbuka untuk kalangan umum ini mengangkat tema “BigQuery for Marketing Analyst”. BigQueryadalah sebuah data warehouse yang berfokus terhadap pengolahan server dan data. Inne Prinusantari, Co-Organizer GDG Cloud Bandung menjelaskan bahwa pengolahan data tersebut dapat digunakan untuk melakukan marketing. Salah satu pengaplikasian yang relevan adalah saat seseorang membuka usaha. “Dengan data yang dimiliki usaha tersebut, seseorang mampu mengolahnya untuk menaikkan profit atau bahkan menarik kostumer lagi,” ujar Inne.

Untuk melatih para peserta, ketiga fasilitator pun memberikan sesi pelatihan dengan menggunakan Qwiklabs. Platform yang berbasis online learning environment tersebut dapat digunakan untuk mempelajari real case mengenai pengolahan data. Setiap peserta diberikan beberapa quest guna memecahkan solusi tentang kasus-kasus pengolahan data.

Nikita Devy Haryono, Ketua Panitia dari acara ini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama yang pertama kali diadakan oleh pihak FTI UK Maranatha dengan pihak GDG Cloud Bandung. Oleh karena itu, ia berharap agar jalinan kerja sama mereka tidak terputus begitu saja. “Kami excited dengan kolaborasi ini dan ingin mengadakan kegiatan yang bisa berkolaborasi di acara selanjutnya,” ujarnya.

Sejalan dengan perayaan Hari Perempuan Internasional, Inne pun berharap agar gender gap dalam pekerjaan yang menyangkut bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dapat berkurang. Selain dari segi materi, ia pun ingin memberikan dukungan bagi para peserta workshop dan wanita-wanita yang menekuni bidang tersebut. “Kami ingin mendorong supaya para wanita tidak takut dengan stigma mengenai pekerjaan tersebut di lingkungan kerjanya nanti,” harap Inne. (cm/gn)

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Upload pada 10 March 2020