Empat puluh tiga pegawai Universitas Kristen Maranatha mengikuti Pembekalan Pegawai (Persiapan Masa Pensiun) yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya Insani (DSDI) Maranatha. Kegiatan pembekalan ini diselenggarakan pada Jumat, 27 November 2020 bertempat di Ruang H04B01, Gedung Grha Widya Maranatha lantai 4 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Direktur Sumber Daya Insani, Noya, Natalia Maria, S.S., M.M. mengatakan, acara ini memberikan pembekalan dari segi keuangan untuk pegawai UK Maranatha yang akan memasuki masa purnatugas. “Memang diikuti mereka yang akan selesai purnatugasnya itu dari 1 – 5 tahun supaya mendapatkan pengetahuan mengenai cara menabung untuk persiapan setelah selesai masa tugas di Maranatha,” tuturnya.

Noya kemudian menjelaskan bahwa usia pensiun di Maranatha cukup beragam, yaitu 55 tahun bagi tenaga kerumahtanggaan (TKT), 60 tahun bagi tenaga administrasi tetap (TAT), dan 65 tahun bagi dosen. Mereka diharapkan sudah mulai menabung dan mengetahui seberapa besar kebutuhan keuangan untuk memasuki masa pensiun. DSDI sebelumnya juga berupaya untuk mempersiapkan pegawai yang akan memasuki masa pensiun dalam segi mental dan kesehatan, tetapi mengalami kendala sejak masa pandemi.

“Jadi, kalau kita coba bantu untuk mempersiapkan mereka sebelum mereka pensiun, mungkin itu bisa menolong, supaya saat pensiun mereka sudah mengetahui cara mengelola keuangan dan cara menabung sebelum pensiun,” tambah Noya.

Tedy Wahyusaputra, SE., M.M., CFP®, QFE., QWP®, CIPM®., dosen Fakultas Ekonomi Maranatha yang telah memiliki sertifikasi dalam bidang financial planner, memberikan materi pembekalan berjudul “Mempersiapkan Pensiun (The Golden Age)”. Dalam materinya, Tedy membahas beberapa hal, seperti permasalahan uang, perencanaan keuangan pribadi dan keluarga, menentukan pemakaian uang, dan lain-lain. Kegiatan ini dilengkapi dengan simulasi perencanaan dana pensiun agar para peserta dapat mengerti dan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat pada masa pensiun nanti.

“Faktor keuangan itu memegang peranan penting di dalam hidup kita. Jadi, kalau kita punya pengetahuan dan keahlian untuk mengelolanya, itu akan menolong kita supaya kita dapat bekerja dengan lebih baik. Program pengelolaan keuangan itu juga kita harapkan dapat kita berikan kepada pegawai-pegawai lain,” tutup Noya. (gn)

 

Foto: dok. Bidang Media dan Komunikasi

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 3 December 2020