Dosen Maranatha sebagai Narasumber FGD Bersama Kementerian Keuangan

Universitas Kristen Maranatha mendapat kehormatan karena telah dipercaya oleh Kementerian Keuangan untuk mengadakan Focus Discussion Group dengan topik “Determinan Tingkat Suku Bunga Pinjaman dan Marjin Bunga Bersih (Net Interest Margin) di Industri Perbankan Indonesia”. Focus Discussion Group (FGD) ini telah diadakan pada Rabu, 24 Mei 2017 di Arion Swiss-Belhotel, Bandung.

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. dan Kepala Sub Direktorat Pengembangan Pengelolaan Pembiayaan, Bapak Ihda Muktiyanto. Narasumber dari Kementrian Keuangan sekaligus sebagai pembicara utama adalah Muhammad Aulia, SE, M.Sc., Kepala Seksi Pengembangan Pasar Utang. Para dosen Universitas Kristen Maranatha yang dipercaya untuk menjadi narasumber dengan topik tersebut dalam acara ini, yaitu Dr. Benny Budiawan Tjandrasa, S.E., M.M. dan Dr. Peter, SE., MT. dari Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha, dan seluruh peserta discussion group terdiri dari para Guru Besar yaitu Rektor Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, Ph.D., Prof. Dr. Dra. Marcellia Susan Karnadi, M.T., Dr. Johannes Ibrahim Kosasih, S.H., M.Hum., dan Prof. Dr. Drs. Wilson Bangun, M.Si. Dosen-dosen pakar lainnya antara lain Dr. Drs. Mathius Tandiontong, M.M., Ak., Dr. Hapnes Toba, M.Sc., Dr. Bram Hadianto, S.E., M.Si., Dr. Ir. Rosemarie Sutjiati Njotoprajitno, M.M., Yani Monalisa, S.E., M.M., dan Yenni Merlin Djajalaksana, S.E., M.B.A., Ph.D.

Diskusi khususnya membahas dua pertanyaan utama yaitu (1) Tingkat suku bunga perbankan dipengaruhi oleh apa saja? dan (2) Mengapa net interest margin masih tetap tinggi sedangkan BI rate telah diturunkan? Kedua pertanyaan tersebut dibahas dalam kerangka mikro ekonomi karena kerangka makro ekonomi telah dibahas tahun lalu pada Focus Discussion Group sebelumnya. Memang suatu fenomena bahwa alat kebijakan fiskal tingkat suku bunga seringkali tidak menghasilkan efek yang diharapkan dan malah menguntungkan pihak-pihak tertentu. Berbagai faktor diketahui dari hasil penelitian yang memengaruhi hasil yang tidak diharapkan tersebut. Diskusi juga berkembang, selain dari kedua topik tersebut, berupa jenis penelitian, potensi peningkatan penelitian di masa yang akan datang, dan potensi kerja sama penelitian dengan Universitas Kristen Maranatha.

Acara FGD yang berjalan dengan baik dan lancar tersebut, menghasilkan diskusi yang menjadi sumbangsih Universitas Kristen Maranatha kepada Kementrian Keuangan, dan kiranya dapat bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Masih banyak isu kompleks yang masih harus dibahas untuk mengidentifikasi fenomena yang terjadi di pasar pembiayaan di Indonesia. Universitas Kristen Maranatha sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan dukungan dalam pelaksanaan FGD ini dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia. (berita oleh Yenni Merlin Djajalaksana, S.E., M.B.A., Ph.D. – Wakil Rektor V)