Pandemi Covid-19 masih berlangsung walaupun kebijakan adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diterapkan di Jawa Barat sudah diberlakukan. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi solusi alternatif yang digunakan oleh institusi pendidikan dalam upaya memutus penyebaran virus Corona walaupun sesungguhnya memang tidak dapat terlaksana dengan baik karena guru tidak dapat mendampingi siswa secara langsung.

Oleh karena itu, untuk mendukung para guru dalam menerapkan sistem PJJ, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang ditujukan kepada 20 tenaga pengajar di TK Herman, SD, dan SMPK BPPK Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19 Agustus 2020 di Kompleks Sekolah Kristen BPPK yang berlokasi di Jalan Pajajaran dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diberi nama Pelatihan Blended Learning. Hal ini dilakukan sebagai solusi agar guru dapat siap dalam memberikan materi PowerPoint (PPT) yang menarik secara online maupun offline. Dengan begitu, para siswa dapat tertarik dalam mengikuti PJJ dan dapat belajar dengan tidak terikat dengan waktu ataupun tempat. Guru juga diharapkan dapat mengaplikasikan serta menentukan metode yang tepat antara pembelajaran secara daring, luring, dan tatap muka.

Dalam pelaksanaanya, materi pelatihan dibawakan oleh tim FSRD yang terdiri atas tiga dosen dan satu mahasiswa, yakni Yuma Chandrahera, S.Sn., M.Ds.; Dr. Seriwati Ginting, M.Pd.; Miki Tjandra, B.Ds., M.Ds.; Tania Jan Putri. Pelatihan ini memberikan materi yang mencakup dasar pembuatan PPT, cara mengunggah materi, sumber-sumber yang memperkaya materi ajar, serta kriteria dan ketentuan yang harus diperhatikan. Setelah itu, para guru pun diberi bekal mengenai cara pembuatan PPT yang menarik dan interaktif. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran sehingga pelajaran dapat dimengerti dan dipahami.

Pelatihan ini pun disambut dengan antusias oleh para guru dan kepala sekolah. Pihak sekolah juga menjelaskan bahwa ternyata PJJ tidak selalu mudah, ada proses yang hilang, yaitu interaksi langsung, kedekatan, dan ikatan emosi antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa. Maka dari itu, tim dosen FSRD UK Maranatha mengusulkan agar pihak sekolah membangun komunikasi yang intensif dengan siswa dan orang tua siswa melalui grup WhatsApp.

Melalui materi yang dibawakan dalam pelatihan ini, pihak sekolah dan guru diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa agar seluruh aspek pendidikan dapat berjalan dengan baik. Nilai akademis siswa memang penting, tetapi jangan sampai nilai yang tinggi diperoleh dengan cara yang tidak jujur. (eg/gn)

 

Foto: dok. Dr. Seriwati Ginting, M.Pd. – Tim Pengabdian Fakultas Seni Rupa dan Desain UK Maranatha

 

Upload pada 21 October 2020