Tiga dosen Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Maranatha menjadi pembicara dalam webinar yang diselenggarakan NUNI (Jejaring Universitas Nusantara) bertajuk IT Online Seminar Phase #1. Selain Maranatha, terdapat tujuh universitas lain yang bergabung untuk mengikuti webinar, antara lain Universitas Surabaya, Universitas Andalas, Universitas Bina Nusantara, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Katolik Soegijapranata. Dengan mengangkat tema “Updates on Technology for All During Pandemics #Covid-19”, webinar ini diadakan selama beberapa hari.

Erico Darmawan Handoyo, S.Kom., M.T., yang menjadi narasumber pada 22 Agustus 2020 membahas “One Framework to Rule Them All, Meet Flutter”. Ia menerangkan bagaimana bidang teknologi informasi yang justru semakin meningkat di tengah pandemi Covid-19 karena berbagai hal kini dilakukan dengan melibatkan teknologi. Hal ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa atau lulusan program teknologi informasi untuk mengembangkan karier untuk mendukung kebutuhan saat ini.

Dalam sesi materinya, Erico juga menjelaskan mengenai penggunaan Flutter yang merupakan framework yang sedang dikembangkan Google. Dengan mempelajari Flutter, para mahasiswa akan lebih mudah untuk menciptakan suatu aplikasi yang dapat digunakan di berbagai platform. Bagi yang ingin belajar Flutter secara gratis, Erico juga menyediakan pengajaran berbentuk video yang dapat diakses melalui platform YouTube.

Di hari yang sama, Sulaeman Santoso, S.Kom., M.T. membawakan materi “Enter the Mixed Reality World: A Web VR/AR Introduction”. Ia menjelaskan mengenai Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan juga Mixed Reality yang merupakan teknologi penggabungan dunia virtual dan dunia nyata. Selain itu, Sulaeman memaparkan teknologi-teknologi yang berkembang dan mendukung Mixed Reality. Dunia berkembang, tetapi kita jangan ketinggalan. “Kalau kita tunggu sampai bidangnya booming dulu, maka kita akan ketinggalan. Kalau kita bisa ikutin perkembangan teknologi, ketika booming kita bisa jadi inovator,” tutur Sulaeman. Di sini juga Sulaeman memberikan demo dalam menggunakan framework bernama A-Frame yang dapat digunakan untuk membangun pengalaman VR.

Sementara itu, Dr. Hapnes Toba, M.Sc. yang menjadi pembicara pada tanggal 29 Agustus 2020 membawakan meteri berjudul “Pengantar Natural Language Processing (Aplikatif Chatbot)”. Materinya berisikan tentang Natural Language Processing (NLP) atau pemrosesan bahasa alami yang dikelola komputer. Toba menjelaskan, NLP merupakan proses yang kompleks yang pengerjaanya dibutuhkan keahlian interdisiplin. Selanjutnya, ia memperkenalkan Chatbot yang merupakan sebuah program komputer yang diharapkan dapat membantu proses evaluasi informasi. Sebagai penutup, Toba menjelaskan mengenai ekstensi interaksi bahwa di masa depan akan ada banyak virtual agent. (gn)

 

Foto: dok. Fakultas Teknologi Informasi via Zoom

Upload pada 3 September 2020