Ahli genetika dan biomolekular Universitas Kristen Maranatha Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, Sp.An, KIC., M.Si. mengatakan hingga saat ini terdapat dua orang pasien penderita Covid-19 yang kondisinya membaik setelah diberikan terapi plasma konvalesen di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto.

Pernyataan dr. Monica ini disampaikan pada sebuah acara live diskusi kesehatan yang dipandu musisi dan dokter, dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE., atau yang lebih dikenal sebagai Tompi, beserta istrinya, dr. Arti Indira dalam talkshow bertajuk “Pengobatan dengan Plasma Darah untuk Pengobatan Covid-19”. Talkshow ini dapat disaksikan melalui akun Youtube Violad Studio yang ditayangkan pertama kali pada tanggal 17 Mei 2020.

Ia menyebutkan terapi plasma konvalesen ini merupakan terapi yang mengambil plasma dari pasien sembuh Covid-19 yang memiliki antibodi tinggi dan kemudian mentransfusinya kepada pasien yang masih sakit. Dengan demikian antibodi yang terdapat di dalam plasma itu akan membantu tubuh pasien melawan virus tersebut.

Terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi agar terapi ini efektif, baik bagi donor maupun penerima. Kriteria pertama bagi donor adalah pasien yang positif Covid-19 dari hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab test yang kemudian dinyatakan sembuh dan mendapat hasil negatif pada tes PCR/swab. Kedua adalah donor wanita yang belum pernah hamil, atau donor pria dan wanita yang belum pernah menerima transfusi darah untuk meminimalisir alergi pada paru-paru. Apabila memungkinkan, bisa mengukur kadar dan kekuatan antibodinya.

“Kriteria penerima dilihat dari kondisinya, berat dan kritis. Berat berarti sesak napas dengan jumlah pernapasan lebih dari 30 kali per menit, sedangkan kritis berarti sudah masuk ICU dan sudah terinkubasi,” jelas dr. Monica.

Plasma ini ia katakan berfungsi untuk menghilangkan virus Covid-19, bukan untuk memperbaiki kerusakan pada organ tubuh yang sudah terjadi. Pasien yang menerima plasma menurutnya tetap harus menjalani terapi pendukung dan mengonsumsi obat yang dianjurkan. “Kami tim penyusun sangat menganjurkan untuk pemberian terapi ini sejak awal sehingga plasma dapat bekerja secara efektif dan organ lain belum mengalami kerusakan,” jelasnya. (sg/gn)

Upload pada 28 May 2020