Program Diploma Bahasa Mandarin Universitas Kristen Maranatha melaksanakan webinar yang bertajuk Contemporary Chinese Communication and Hospitality. Webinar yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 November 2020 melalui platform Zoom ini diikuti oleh dosen, mahasiswa Program Diploma Bahasa Mandarin, siswa SMA, dan juga masyarakat umum.

Yohan Y. Arifin, B.A., M.His., yang merupakan Ketua Program Diploma Bahasa Mandarin UK Maranatha menjelaskan bahwa webinar ini bertujuan untuk memperkenalkan hal yang berhubungan dengan budaya komunikasi dan budaya keramahtamahan yang sesuai dengan kondisi di Tiongkok saat ini agar orang yang belajar bahasa Mandarin di Indonesia dapat mengembangkan kemampuan berbahasa yang diikuti dengan pengetahuan komunikasi dan budaya yang tepat. Selain itu, webinar ini juga bermaksud memperkenalkan Program Diploma Bahasa Mandarin Maranatha pada masyarakat umum.

Dekan Fakultas Bahasa dan Budaya UK Maranatha, Anton Sutandio, S.S., M.Hum., Ph.D. mengatakan, “Kesempatan ini sangat baik untuk kita manfaatkan bersama. Kita tidak hanya belajar tentang bahasa, tetapi yang lebih utama lagi adalah budaya yang membangun Tiongkok itu menjadi sukses seperti sekarang”.

Pada webinar kali ini terdapat empat materi yang dibawakan oleh dosen-dosen Program Diploma Bahasa Mandarin UK Maranatha. Materi yang pertama berjudul “Daily Life in China” yang dibawakan oleh Yohan Y. Arifin, M.His. Materi ini membahas tentang kebudayaan dan kebiasaan hidup di Tiongkok. Selain itu, Yohan menjelaskan bahwa terdapat banyak perbedaan budaya antara di Tiongkok dengan Indonesia, seperti transaksi jual beli di Tiongkok yang sudah lebih modern. Ia berpesan kepada mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya ke Tiongkok agar tetap optimis walaupun kedua negara memiliki banyak perbedaan budaya.

Materi yang kedua, “Real Life Chinese Conversation” dijelaskan oleh Septerianie Sutandi, B.A., M.TCSOL. Materi ini menjelaskan mengenai tata krama dalam memberikan salam ataupun pujian kepada orang lain.

Selanjutnya, sesi dilanjutkan oleh Selvia, B.A., M.Hum. yang membawakan meteri berjudul “Chinese Table Manner”. Ia menjelaskan bahwa budaya table manner di Tiongkok seringkali dinamis dan menyesuaikan dengan kondisi dan waktu. “Dengan mempelajari dan memahami table manner, kita akan lebih percaya diri, mengurangi rasa canggung saat di meja makan, dan memperlihatkan bentuk profesionalisme kita,” tambah Selvia.

Materi terakhir berjudul “Food Ordering in Chinese Culture” dibawakan oleh Imelda, M.A. Melalui materinya ia menjelaskan bahwa budaya Tiongkok membagi jamuan makan menjadi dua jenis, yaitu perjamuan yang menu makanannya sudah ditentukan sendiri oleh pihak pengundang sebelum tamu hadir, dan perjamuan yang menu makanannya dipesan oleh pihak pengundang dan tamu saat acara perjamuan berlangsung.

Di akhir webinar, Imelda berpesan kepada para peserta agar materi-materi yang dibawakan dapat bermanfaat untuk seluruh peserta, terutama dalam hal pengetahuan budaya Tiongkok. (eg/gn)

 

Foto: dok. Program Diploma Bahasa Mandarin UK Maranatha via Zoom

Upload pada 18 November 2020