Jumat, 10 Juli 2020, tiga mahasiswi Program Diploma Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha diumumkan berhasil meraih Juara Pertama dalam Circular Fashion Design Competition bertajuk Designing Out Waste Competition. Lomba ini diadakan oleh penyelenggara pameran terkemuka asal Prancis yang fokus di segmen body wear, bernama Eurovet yang berkolaborasi dengan pihak industri fashion Eropa dan beberapa pabrik tekstil di Indonesia. Selain dinilai oleh juri dari Eurovet, dosen dari UK Maranatha juga ikut berpartisipasi dalam penilaian.

Rangkaian kompetisi ini berbeda dari kompetisi pada umumnya. Kompetisi ini diselenggarakan secara internal di setiap universitas yang terlibat. Juara Pertama dalam kompetisi ini berkesempatan untuk menampilkan karyanya di ajang Interfiliere Shanghai pada bulan September 2020 mendatang. Sesuai dengan judul lomba kali ini, persyaratan lomba mengharuskan peserta membuat karya ready-to-wear dan show piece fashion outfits yang terbuat dari bahan sisa potong dan deadstock pabrik tekstil.

Devina Budi Raditya, Cherish Rosethalia Kamajaya, dan Chrestella Christine melalui karya fashion mereka berjudul “Coral” berhasil menduduki Juara I sekaligus Juara Favorit Juri kategori: Best Showcase Design. Devina Budi mengungkapkan karya mereka terinspirasi dari terumbu karang di Indonesia, karya “Coral” ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap masalah kerusakan terumbu karang di berbagai daerah Indonesia. “Terumbu karang merupakan aset penting untuk negara kita sebagai negara maritim dan anggota CT6 dunia,” tutur Devina. Dengan menggunakan kain-kain buangan sisa pabrik lingerie, mereka mengolah kain tersebut menjadi empat outfits.

Sebelum adanya pandemi, mereka sudah memulai mengerjakan karya ini secara bersamaan. Namun, dikarenakan situasi yang berubah, hal ini menjadi tantangan bagi mereka untuk menorehkan prestasi. “Kami tentu sangat senang dan bersyukur, apalagi dewan juri internasional pun ikut menilai karya kami,” ungkap Devina.

Selain mereka bertiga, ada delapan mahasiswa lainnya yang ikut berkompetisi. Total keseluruhan terdapat empat kelompok UK Maranatha yang mengikuti perlombaan. Selain menghasilkan karya yang menampilkan keunikannya masing-masing, setiap mahasiswi juga dipersiapkan untuk dapat membagikan presentasi dalam bahasa Inggris. Untuk mendukung hal itu, dosen Program Sastra Inggris Maranatha, Hianly Muljadi, S.S., M.Hum. turut serta dalam membimbing para mahasiswa.

Sementara itu, Juara II serta Juara Favorit Juri kategori: Best Ready-To-Wear Design diraih oleh tim beranggotakan Anjeli Tania, Cristabella Analicia Pilipus, dan Audrey Shelomita Sarisin. SedangkanJuara III diraih oleh tim beranggotakan Joanna Zenas Magdalena Parapat, Tassya Mandiri Saputra. Selanjutnya, Successful Participant terdiri dari Stacia Ariella Amaris, Emylia Nanda Syafirah, dan Tasha Putri Dafis.

“Lomba ini sangat menarik karena membuka wawasan dan kebiasaan baru dalam mendesain,” ungkap Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Seni Rupa dan Desain, Isabella Isthipraya Andreas, S.Ds., M.Ds. yang juga menjadi salah satu juri kompetisi dalam kompetisi ini. Menurutnya,sebagai desainer sering kali membuat desain yang idealis, bahan yang didapatkan tidak sesuai bayangan. Melalui lomba ini, para desainer diajak mendesain sebuah karya menggunakan bahan yang ada. Selain itu, Bella berpendapat kompetisi ini menarik karena melibatkan kerja sama daridua negara dan berbagai instansi serta mengajak kita untuk berkolaborasi dalam menghadapi isu global. “Kompetisi ini menarik karena berkolaborasi dengan pihak Eropa dan pabrik-pabrik tekstik di Indonesia,” tambahnya.

Sebagai penyelenggara pameran, Eurovet juga sering menyelenggarakan acara internasional di beberapa negara, seperti Paris, New York, Shanghai, Hong Kong, Las Vegas, dan Moscow. Isabella mengatakan, hubungan kerja sama antara Eurovet dengan UK Maranatha sudah terjalin sejak Fashion Revolution pada tahun 2019. (ns/gn)

Foto: Isabella Isthipraya Andreas, S.Ds., M.Ds.

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 17 July 2020