Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Maranatha kembali menyelenggarakan acara bertajuk Continuing Professional Development (CPD) untuk keenam kalinya. CPD-6 kali ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 September 2019. Pada hari pertama, terdapat delapan workshop, sedangkan hari kedua dan ketiganya diadakan acara berupa simposium yang terbagi menjadi sepuluh sesi dan juga lecturing. Dengan mengangkat tema “Update Recommendation and Guidelines for an Excellent Clinical Practice” atau yang disingkat URGENT, acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, alumni Fakultas Kedokteran Maranatha, dan juga peserta yang berprofesi dokter.

Lewat sambutan yang diberikan oleh dr. Yenny Noor, Sp.M. saat pembukaan acara simposium pada tanggal 21 September 2019 di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A., Gedung B, beliau mengatakan bahwa CPD merupakan acara yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Sebagai tuan rumah, FK Universitas Kristen Maranatha selalu menggandeng Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (Padma) dan Rumah Sakit Immanuel dalam pelaksanaan acara ini. Namun ada yang berbeda di tahun ini, Rumah Sakit Unggul Karsa Medika (RS UKM) sebagai rumah sakit pendidikan FK UK Maranatha juga turut berpartisipasi dalam mendukung acara ini untuk pertama kalinya setelah diresmikan pada Oktober 2018 lalu.

CPD-6 kali ini menurutnya telah mempersiapkan dan menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. “Hal ini untuk memperbaharui ilmu para dokter dengan berbagai rekomendasi dan pedoman-pedoman baru dalam ilmu kedokteran. Semoga semua ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat bagi kita semua,” tambah dr. Yenny.

Dekan FK UK Maranatha, dr. Lusiana Darsono, M.Kes. mengemukakan bahwa kegiatan ini dapat menjadi jawaban dari permasalahan yang dihadapi para dokter di tengah tuntutan pekerjaanya. Para pekerja kesehatan dituntut untuk menyediakan pelayanan yang lebih profesional, mulai dari tingkat pelayanan primer sampai ke dalam rujukan-rujukan lanjutan.

“Pada kesempatan ini, kami harapkan dengan beberapa workshop dan materi yang disampaikan para pakar dapat menambah ilmu kita semua. Pendidikan kedokteran juga terus mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan-perubahan yang kini sedang berjalan, seperti revolusi industri. Para dokter diharapkan dapat terus mengembangkan diri agar tidak tergerus perkembangan zaman dan menjaga kredibilitas dokter Indonesia,” ujarnya. (gn)

Upload pada 24 September 2019