Perjuangan mahasiswa tidak berhenti ketika mereka berhasil lulus dari program studi mereka, melainkan dimulai ketika memasuki dunia kerja. Hal ini pun dialami oleh dua alumni Program Sarjana Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha, Krismodianto dan Triani Agista. Para alumni yang lulus pada tahun 2019 ini membagikan pengalaman mereka selama bekerja di perusahaan melalui acara  “Chit-Chat Featuring Alumni” yang diadakan oleh Program Sarjana Teknik Industri (TI) pada 10 Mei 2020. Acara ini ditayangankan langsung melalui Instagram Live industrial.eng.maranatha.

Krismo mulai berkarier di PT Ultra Prima Abadi (Orang Tua Group) pada Mei 2019 sebagai Management Trainee (MT) dan saat ini dipercayakan sebagai Section Head of Production di Wafer Tango Division. Tugas Krismo adalah memastikan target produksi tercapai, menurunkan persentase produk defect (cacat), meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan secara berkelanjutan meningkatkan produksi yang lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, ilmu yang ia dapatkan selama berkuliah di TI Maranatha sangat membantu pekerjaan yang digelutinya, khususnya di bidang produksi. Krismo mengisahkan bahwa pada awal ia masuk sebagai MT, Krismo menantang diri untuk membuat peningkatan produktivitas dengan memanfaatkan salah satu metode dalam TI, yaitu line balancing. Softskill juga kita dapatkan dari tugas-tugas kelompok yang diberikan pada saat kuliah. Kita belajar untuk menjadi seorang leader dan cara berkomunikasi dalam kelompok dengan baik dan benar,” tambahnya.

Sebelum bekerja di perusahaan sekarang, Krismo merupakan penerima beasiswa pendidikan dari Orang Tua Group. Ia menceritakan pengalamannya untuk meraih beasiswa ini, dari mulai mengirimkan dokumen dan mengikuti serangkaian tes yang diberikan layaknya seorang pencari kerja. Hingga pada akhirnya ia berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa dan mendapatkan kontrak kerja pada perusahaan tersebut. “Memang sejak awal saya ingin bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang FMCG (Fast-Moving Consummer Goods), dan OT Group adalah salah satunya,” jelas Krismo.

Krismo berpesan kepada rekan-rekan yang sedang berkuliah untuk memperbanyak relasi dengan siapa pun, tentukan goals yang ingin dicapai setelah selesai kuliah, ikuti organisasi yang sesuai dengan tujuan itu, dan menikmati tugas-tugas yang diberikan, karena pasti ada ilmu yang akan didapatkan.

Usai Krismo membagikan pengalamannya, Triani yang  saat ini aktif bekerja sebagai Relationship Manager di PT CIMB Niaga Tbk pun membagikan ceritanya. Ia bergabung melalui RMDP (Relationship Management Development Program) CIMB Niaga pada tahun 2019 dan telah menyelesaikan enam bulan masa trainingnya. Menurut Triani, pendidikan yang ia peroleh di TI ternyata juga memberikan manfaat bagi pekerjaannya sekarang. Seperti kemampuan presentasi, asistensi, dan analisis data untuk berkomunikasi dengan nasabah.

Selain berbincang dengan para alumni, TI Maranatha juga melakukan kegiatan serupa dengan para mahasiswanya pada 9 Mei 2020 melalui media yang sama. Acara bincang santai ini menghadirkan Kezia Orvala Yaputri (angkatan 2018), Fiona Aprilia (angkatan 2017), dan Jonathan Andreas Ahuluheluw (angkatan 2017). Kezia membahas pengalamannya sebagai asisten laboratorium dan keikutsertaannya dalam organisasi kemahasiswaan lainnya; Fiona menceritakan kisahnya ketika mengikuti pameran-pameran yang diselenggarakan oleh TI Maranatha; serta Jonathan yang membagikan ceritanya sebagai penerima beasiswa jalur prestasi dan beasiswa unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. (sg/gn)

Upload pada 14 May 2020