Pusat Bahasa Mandarin Universitas Kristen Maranatha bersama dengan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jawa Barat kembali menyelenggarakan kompetisi Chinese Bridge pada tanggal 13 April hingga 14 April 2019 di Ruang Teater Lantai 8 Gedung Administrasi Pusat. Dengan mengangkat tema besar  “天下一家:One World One Family”, kompetisi ini diadakan sebagai wadah bagi siswa-siswi serta mahasiswa menyalurkan talenta terkait bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok. Acara ini turut dihadiri Robby Y.T., S.T., M.T., Dipl. IWRM, Ph.D. selaku Wakil Rektor III Universitas Kristen Maranatha; dr. Ir. Hj. Dewi Sartika, M.Si. selaku Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat; perwakilan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC); para pengurus Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jawa Barat; beserta Direktur Utama Pusat Bahasa Mandarin dan jajarannya.

Kompetisi Chinese Bridge ini terbagi menjadi tiga kategori, para peserta harus berpidato dalam bahasa Mandarin, menampilkan penampilan seni budaya Tiongkok, dan menjawab pertanyaan seputar Tiongkok. Dalam kategori menjawab pertanyaan, hanya diikuti oleh jenjang SMA/SMK dan perguruan tinggi. Sebanyak 93 peserta yang terdiri dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK, dan perguruan tinggi mengikuti kompetisi Chinese Bridge ini.

Dalam kata sambutan yang dituturkan Wakil Rektor III Universitas Kristen Maranatha, kegiatan ini dianggap sangat bagus karena para peserta yang belajar bahasa dan budaya asing bukan berarti meninggalkan identitas budaya Indonesia itu sendiri, tetapi dapat mengkolaborasikan setiap unsur budaya menjadi suatu kemajuan untuk bangsa. Robby percaya dengan pepatah “Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri China”, dari sini kita dapat mempelajari sesuatu yang baik tanpa meninggalkan budaya Indonesia yang kita miliki.

Selain itu, acara kompetisi ini menerima apresiasi dari pemerintah. Seperti yang diujarkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam kata sambutannya, kegiatan ini sesuai dengan visi Jawa Barat, yaitu melalui inovasi dan kolaborasi, Jawa Barat juara lahir batin karena kegiatan ini merupakan kolaborasi luar biasa yang akan menumbuhkan jiwa-jiwa muda yang akan mencintai budayanya, mengedepankan rasa kekeluargaan dan tetap mempertahankan keberagaman budaya di Indonesia. Ia berharap di tahun-tahun berikutnya kompetisi ini dapat diikuti oleh semua kabupaten di Jawa Barat. (ns)

 

Upload pada 16 April 2019