Komunikasi merupakan hal penting dalam pekerjaan. Proses bekerja pun tidak lepas dari komunikasi dua arah yang disebut komunikasi interpersonal antara pemimpin dan anak buahnya. Untuk menciptakan komunikasi dua arah yang baik tersebut, Badan Strategi, Pengembangan, dan Kepemimpinan (BSPK) mengadakan Pelatihan Komunikasi Interpersonal bagi para pimpinan level 3 di Universitas Kristen Maranatha yang terdiri dari kepala badan, direktur direktorat, dekan, dan wakil dekan.

Pelatihan yang diadakan pada 28 Januari 2020 di Ruang H10C07, Gedung Grha Widya Maranatha lantai 10 ini dibawakan oleh Kepala Badan Strategi, Pengembangan, dan Kepemimpinan (BSPK), Drs. Robert O. Rajagukguk, M.A., Ph.D., Psikolog. Di awal sesi pelatihan, para peserta diminta untuk menyampaikan pengalamannya mengenai hal berkomunikasi dengan anggota unit kerja. Beberapa di antaranya menyebutkan beberapa masalah yang biasanya muncul dalam hal berkomunikasi, seperti salah persepsi, beda interpretasi yang didasari perbedaan latar belakang, miscommunication, dan lain-lain.

Peserta yang berjumlah 20 orang ini menerima pembekalan dan pembelajaran melalui berbagai metode, seperti games dan role-play. Robert mengatakan, latar belakang pelatihan ini adalah kebutuhan para pemimpin akan cara berkomunikasi secara interpersonal dengan anak buahnya yang sering kali menentukan efektivitas dari kepemimpinan mereka.

“Ini bagian dari upaya kelengkapan pemimpin di Maranatha. Selain karakter dan sikap hati, skill yang paling penting itu adalah skill berkomunikasi secara interpersonal. Karena banyak juga keluhan tentang cara berkomunikasi yang baik. Kalau kita bisa tolong di situ, hubungan bisa lebih baik, kerja lebih enak, tujuan tercapai, tidak salah komunikasi, tidak ada salah pengertian, tidak ada saling tidak percaya juga,” ujar Robert.

Para pemimpin ini juga diharapkan dapat berkembang dalam hal komunikasi interpersonal, sehingga di mana pun mereka ditempatkan, mereka sudah mengembangkan cara berkomunikasi secara interpersonal yang lebih baik. Para peserta juga diminta untuk menandatangani learning contract. Dengan kontrak ini peserta telah bersedia untuk melakukan pretest terkait dengan cara berkomunikasi dan menerima follow-up dari BSPK mengenai keberhasilan dari pelatihan. Kontrak ini juga akan memastikan para peserta dalam melakukan perubahan yang sudah mereka rencanakan dan menilai tingkat efektivitas dari pelatihan ini. (gn)

 

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 30 January 2020