Dalam rangka membuka tahun 2020, Universitas Kristen Maranatha mengadakan acara Pertemuan Awal Tahun 2020. Diadakan pada tanggal 22 Januari 2020, pertemuan ini mengangkat tema “Sinergi, Bertumbuh Bersama Dalam Kasih”. Bertempat di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A., Gedung B, pertemuan dihadiri oleh para dosen dari seluruh fakultas dan staf di UK Maranatha.

“Dari tahun 2019 ke tahun 2020 harus ada perubahan, jadi dalam bersinergi pun kita juga harus berubah,” ujar Prof. Dr. Drs. Krismono, M.S., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) dalam kata sambutannya. Beliau juga mengibaratkan cara kerja sinergi dengan gear yang erat satu sama lain dan saling berhubungan. Apabila sinerginya semakin kuat, maka kerja gear pun akan bertambah besar dan cepat. Maka dari itu, dosen, rektorat, dan staf harus bersinergi lebih lagi demi tercapainya hal tersebut. Mengenai bertumbuh, beliau pun menyampaikan bahwa kita harus mengatur tata letak pertumbuhan kita agar bisa tumbuh bersama dan bermanfaat satu sama lain.

Dalam pertemuan ini, terdapat pula pemaparan materi oleh Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. dengan judul “Edukasi, Industri Terpenting di Era 4.0: Sinergi Menghasilkan Sosok Pencipta (Kokreasi) Nilai”. Pemaparan ini didampingi oleh Dr. Jane Savitri, S.Psi., M.Si., Psikolog., dosen Fakultas Psikologi UK Maranatha yang berperan sebagai moderator. Prof. Armein memaparkan mengenai sinergi yang berbasis nilai NHK-ICE. “Sinergi itu disebut sinergi kokreasi nilaiDalam sinergi kokreasi nilai, pertemuan antara kita dengan orang lain dapat menghasilkan nilai dan manfaat yang akhirnya bisa dirasakan oleh kedua belah pihak,” ujar beliau.

Beliau pun menambahkan bahwa dalam perjalanan hidup, salah satu faktor yang harus dimiliki adalah dipimpin oleh kehendak bebas. Hati nurani adalah inti yang mengendalikan kehendak tersebut. “Hendaknya hati nurani kita harus dijaga dari ‘spirit asing’ agar kita tidak memilih jalan hidup yang salah,” ujar Prof. Armein. Di akhir pemaparannya, beliau pun berpesan agar pendidikan di UK Maranatha perlu meningkatkan kesadaran terhadap hati nurani. Meskipun mendidik life skill dan kecakapan itu perlu, tetapi mahasiswa juga perlu disadarkan akan pentingnya kekuatan karakter. “Kita sebagai tenaga pengajar bertugas untuk melayani mahasiswa, sehingga kita dapat menjadi blessing untuk mereka,” ujar beliau.

Prof. Armein pun menutup acara dengan menyampaikan beberapa hal mengenai status kepemimpinannya yang akan segera berakhir. Setelah itu, acara ditutup dengan jamuan makan siang bersama di Exhibition Hall, Gedung B lantai 1. (cm/gn)

 

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Upload pada 24 January 2020