Dalam memperingati ulang tahun ke-66, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menyelenggarakan perayaan ulang tahunnya pada Sabtu, 29 Februari 2020. Bertempat di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A., Gedung B Universitas Kristen Maranatha, perayaan ini dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, seperti paduan suara dari SMPK 5 BPK Penabur Bandung dan SDK 6 BPK Penabur Bandung, persembahan tarian dari Yayasan Dana Mulia, persembahan pujian dari paduan suara gabungan serta permainan angklung yang dimainkan 526 orang oleh perwakilan gereja-gereja dan komunitas Kristen.

Dengan mengangkat tema yang diambil dari ayat Alkitab Yohanes 15:15, “Bersahabat dengan Firman”, dalam khotbah yang disampaikan oleh salah satu penerjemah Alkitab di Indonesia, Pdt. Anwar Tjen, Ph.D. mengatakan bahwa Alkitab membuat kita merayakan kehadiran Tuhan melalui firman-Nya. “Tanpa melihat latar belakang gereja, di bumi Pancasila ada satu terjemahan yang dapat mempersatukan keberagaman kita dan merajut persahabatan dalam firman Tuhan melalui Alkitab,” ungkapnya. Selain itu dalam khotbahnya, Anwar juga menjelaskan mengenai perkembangan penerjemahan Alkitab, proses penerjemahan Alkitab, perlunya penerjemahan Alkitab untuk diperbaharui, dan lain-lain.

Namun Ketua Umum LAI, Pdt. Dr. Ishak P. Lambe mengatakan dalam kata sambutannya, di era perkembangan zaman dan digitalisasi, ketertarikan masyarakat terhadap Alkitab cetak semakin berkurang dan menurun. “Oleh karena itu, LAI terus mengupayakan dalam menerbitkan dan penyebaran Alkitab di berbagai daerah pelosok Indonesia serta menggunakan teknologi yang modern,” lanjutnya. Ishak juga mengungkapkan, Alkitab perlu dibaca dan dihayati oleh para pembacanya. “Jangan jadikan Alkitab sebagai pajangan atau pun jimat, di kala sakit kita baru memakai Alkitab dan menaruhnya di bawah bantal,” pesan Ishak.

Hal serupa juga turut diungkapkan oleh Ketua Kelompok Kerja Pendalaman Dukungan (KKPD) LAI mitra Bandung, Indrawati, “Harapannya seluruh pihak dapat ikut bekerja sama dalam mewujudkan Alkitab bagi semua orang, baik untuk orang tua dan anak-anak”. Indrawati juga menceritakan pencapaian LAI di tahun 2019, salah satu di antaranya adalah mendukung pemberian 4.780 Alkitab di Pulau Misool. Memasuki tahun baru, Indrawati mengatakan, “Pada tahun 2020, LAI akan menyebarkan buku anak-anak mengenai cerita dari Alkitab berjudul Kabar Baik Bergambar dalam bahasa Asmat, lebih giat dalam memperkenalkan LAI dan mengadakan presentasi di beberapa gereja, mengadakan hari doa Alkitab, dan lain-lain”.

Oleh karena itu, dalam mendukung salah satu visi LAI, yaitu menyebarkan Alkitab dalam berbagai bahasa, kita diajak untuk terus mendukung LAI. Selamat ulang tahun Lembaga Alkitab Indonesia! Tuhan Yesus memberkati! (ns/gn)

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Upload pada 2 March 2020