Kita menyadari bahwa pandemi yang tengah berlangsung ini berdampak pada berbagai aspek dan bidang pekerjaan. Sehubungan dengan itu, salah satu platform tanya-jawab bernama Philoit.id. bekerja sama dengan Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Maranatha untuk mengadakan webinar bertajuk PhiloTalk. Acara yang diselenggarakan pada 18-20 Juni 2020 mengangkat tema mengenai “How Professionals & Businesses Strive through the Crisis”.

Roy Parsaoran sebagai Ketua Sema FTI UK Maranatha menjelaskan, “Seminar ini membagikan sudut pandang berbagai perusahaan dalam menghadapi krisis di tengah pandemi ini”. Seminar ini mengundang tiga narasumber untuk mengisi tiga hari yang berbeda. Mereka adalah Farizan Ramadhan, IT System Analyst China Convention Bank (CCB) Indonesia; Yoses Pradiptal, Chief Information Officer at Aha.id; dan Distra Vantari, Founder & CEO at Talkabot.id.

Farizan merupakan seorang karyawan alumnus Program Sarjana Teknik Informatika yang bekerja di CCB  Indonesia. Melalui kisah pengalamannya bekerja di situasi yang serba terbatas, ia membahas tentang “Menyikapi Masa Sulit”. Menurutnya kondisi Work from Home (WFH) ataupun Work from Office (WFO) adalah sebuah tantangan baru. “Tantangan baru ini justru harus kita hadapi, bukan hindari,” jelasnya. Farizan juga mengajak peserta untuk membandingkan dan melihat masa dahulu, masa sekarang, dan masa depan perjuangan kita dalam berkarya.

Pada situasi seperti ini, Farizan justru beranggapan bahwa keunggulan dari orang yang berkolaborasi dengan bidang teknologi informasi merupakan pekerjaan yang masih bisa bertahan dan berkarya. “Bedanya kita bukanlah orang lapangan yang harus terjun langsung. Kita terlatih untuk berpikir, cari solusi, dan adaptif,” ungkapnya. Keunggulan tersebut tentunya tetap memerlukan penyesuaian, seperti penyesuaian rapat secara virtual, cara penyampaian problem solving kepada klien, dan lain-lain.

Di hari yang berbeda, Yoses dan Distra yang juga berjuang dengan pekerjaannya masing-masing menceritakan pengalaman mereka saat menghadapi situasi sulit di masa pandemi. Setiap perusahaan dan pekerjaan pasti memiliki tantangannya tersendiri untuk bertahan di tengah pandemi ini. Farizan berpesan, “Walau di zaman sekarang banyak keterbatasan dan kekecewaan, tetapi kita harus melihat ke depan, move on! Bikin opportunity baru, solusi baru, dan belajar hal baru”. (ns/gn)

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Upload pada 23 June 2020