Badan Pelayanan Kerohanian (BPK) Universitas Kristen Maranatha, Pendeta Universitas, dan Panitia Natal Universitas 2021 menyelenggarakan sebuah webinar nasional mengenai kepemimpinan bertajuk “The Next Level: Superleader (Call from Future! You Paved the Way)”. Webinar yang diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai kalangan ini berlangsung secara virtual melalui Zoom dan YouTube Universitas Kristen Maranatha pada Rabu, 3 November 2021.

Ketua Badan Pelayanan Kerohanian, Rita Christina Maukar, S.Sos., M.Div., M.Si. menyebutkan bahwa acara ini merupakan salah satu acara dari rangkaian kegiatan perayaan Natal 2021 UK Maranatha. Melalui webinar dengan tema besar kepemimpinan, diharapkan dapat menjadi pencerahan kembali mengenai seorang pemimpin yang baik. “Di era yang serba digital ini, kita membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memiliki karakter unggul. Mereka yang akan menjadi agen perubahan, dan nantinya akan menjadi inspirasi bagi orang-orang sekitarnya,” ungkap Rita.

Webinar ini menghadirkan tiga panelis yang memiliki pengalaman di bidang ini. Pembicara tersebut adalah Rektor UK Maranatha, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU; politikus, Grace Natalie; dan Pendeta Universitas, Pdt. Hariman A. Pattianakotta, M.Th. Ketiga panelis sama-sama meyakini bahwa untuk menjadi seorang superleader harus melalui sebuah proses, tidak ada yang yang bisa langsung menjadi pemimpin yang menginspirasi.

Prof. Sri mengungkapkan, banyak yang memahami kepemimpinan secara superfisial, tetapi tidak bisa mengartikulasikannya secara nyata. Prof. Sri sendiri mengakui walaupun telah menjabat sebagai rektor, ia terus belajar untuk menjadi pemimpin yang baik. Seorang pemimpin menurutnya perlu memberikan teladan kepada yang dipimpin dengan memberikan motivasi dan membangkitkan semangat mereka untuk menjadi lebih baik.

Menurut Prof. Sri, pemimpin yang bisa melakukan hal-hal besar dimulai dari setia pada hal-hal kecil. Selain itu, seseorang itu harus melakukan yang terbaik dengan apa yang sedang dipercayakan kepada kita. “Sebagai pemimpin, layanilah dengan penuh kasih. Jadi, kesetiaan, doing the best, dan pelayanan sepenuh kasih adalah ingredient yang dibutuhkan untuk menjadi seorang superleader,” jelas Prof. Sri.

Bagi Grace, belajar kepemimpinan bisa dimulai dengan mengikuti kegiatan organisasi kampus. Menurutnya, itu adalah kesempatan yang bisa digunakan untuk melatih jiwa kepemimpinan tanpa ada konsekuensi berat. “Jadi, jangan takut untuk melakukan kesalahan karena itu adalah kesempatan kita untuk belajar. Hasilnya memang tidak langsung kelihatan, tetapi sejalan dengan waktu akan tambah matang. Jadi, proses itu tidak pernah bohong,” jelas Grace.

Grace mengungkapkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki value yang jelas agar orang tidak bingung dan bisa berjalan ke arah yang sama. Selain itu, seorang pemimpin yang baik  juga perlu mengambil rehat dan mengambil beberapa langkah ke belakang untuk mengevaluasi kembali langkah yang telah diambil. “Menjadi leader punya kecenderungan untuk kehilangan objektivitas sehingga mengaburkan arah kepemimpinan. Jadi, pemimpin perlu sadar untuk mengevaluasi diri terhadap nilai,” terang Grace.

Sedangkan Pdt. Hariman menekankan bahwa seorang superleader itu bukanlah representasi manusia sempurna, pusat dari komunitas, sosok yang meromantisisme pengalaman, dan pribadi yang mengandalkan kemampuan sendiri. “Oleh karena itu, superleader adalah pemimpin yang merengkuh kerapuhannya, berkarya bersama dan untuk orang-orang yang dicintainya, terarah ke masa depan, dan intim dengan Tuhan,” jelas Pdt Hariman.

Ciri seorang superleader menurutnya adalah seorang yang memimpin bukan untuk dirinya, tetapi untuk yang lain. Pemimpin juga harus melayani orang-orang yang dipimpin sepenuh hati. Selain itu, pemimpin harus berorientasi ke masa depan,dekat serta takut akan Tuhan. “Menjadi superleader itu tidak bisa instan, butuh proses. Superleader bukan anak tangga yang akan capai di titik tertentu, lalu selesai. Melainkan sebuah latihan atau pembelajaran sepanjang hayat,” ungkap Pdt. Hariman. (sg/gn)

 

Foto: dok. Badan Pelayanan Kerohanian via YouTube

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 29 November 2021