Di era revolusi industri 4.0. serta ditambah dengan keadaan pandemi Covid-19 yang menyebabkan beberapa orang mengalami kendala, tak sedikit orang menjadi bimbang untuk melanjutkan studi. Tak sedikit juga yang merasa bingung untuk memilih jurusan yang akan ditempuh. Menjawab semua persoalan ini, Program Sarjana Akuntansi Universitas Kristen Maranatha mengadakan acara “Sharing Session with Alumni: What It Takes to be Succesful in Accounting Field” pada 18 Juli 2020 untuk memperkenalkan pendidikan akuntansi. Acara ini diselenggarakan secara online melalui platform Zoom dengan menghadirkan dosen serta empat alumni.

Jurusan akuntansi merupakan salah satu program studi yang banyak diminati dan menghasilkan banyak lulusan. Hal ini yang tentu membuat para mahasiswa lulusan akuntansi memiliki banyak saingan. Namun, peserta diajak untuk tidak perlu khawatir sebab lowongan di bidang akuntansi begitu luas dan banyak.

Kelima pembicara diundang untuk membahas mengenai ragam profesi akuntansi, pengalaman mereka dalam menempuh studi dan bekerja, dan beberapa topik lainnya. Kelima pembicara tersebut adalah dosen Program Sarjana Akuntansi Maranatha, Oktavianti, S.E., M.S.Ak., Ak., CA.; serta alumni Program Sarjana Akuntansi dengan berbagai bidang profesi, terdiri atas Azka Fauzan Wahyudi, S.E.; Raja Pratama Manurung, S.E.; William Ardian Siregar, S.E.; dan Decky Adiwisesa, S.E.

Saat ini, teknologi memang sudah canggih, dan tidak dapat terhindari beberapa pekerjaan atau profesi terancam akan tergantikan oleh robot ataupun teknologi. Akan tetapi, William menjelaskan bahwa akuntansi merupakan “ibu” dari segala bisnis, keuangan, dan investasi. “Jurusan kita merupakan sentral dalam ruang lingkup bisnis, jadi sangat diperlukan,” ujarnya. Decky juga berpendapat bahwa sistem memang memiliki kemampuan untuk mengalkulasi, tetapi manusia mempunyai kebijaksanaan untuk menentukan pilihan.

Tidak hanya itu, selama menempuh studi kelima pembicara juga mengajak peserta untuk aktif dalam berorganisasi dan bisa eksplorasi diri. “Kita harus menambah keahlian kita. Jangan hanya fokus cari nilai yang tinggi, tetapi fokusnya harus bisa memahami inti dari akuntansi ini,” pesan William. Sementara itu, Azka juga mengatakan, “Belajar dan kerjakanlah dengan sepenuh hati. Kalian harus haus akan pengetahuan yang baru. Jangan patah semangat dan minder!”

Dunia perkuliahan dengan dunia kerja tentulah berbeda. Sebagai contoh, tanggung jawab, prioritas, keterbatasan waktu, dan salah satunya persaingan yang dirasa berbeda. Kiat mengenai cara bertahan di tengah persaingan pun dibahas dalam acara ini. “Kita ini harus mempunyai cara berpikir yang berbeda dan merancang tujuan ke depannya,” ucap Azka. (ns/gn)

Foto: dok. Program Sarjana Akuntansi via Zoom

Upload pada 18 August 2020