Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) bersama Center of Chinese Diaspora Studies (CCDS) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UK Maranatha melaksanakan bedah buku virtual dengan judul Nilai Tidak Kasat Mata pada 21 Motif Batik Lasem Bersertifikat HKI. Melalui diseminasi hasil penelitian yang didanai hibah Kemenristekdikti tahun 2018-2019, buku ini mengkaji tentang makna hibriditas budaya Jawa dan Tionghoa yang melatarbelakangi terwujudnya motif batik khas Lasem. Buku ini juga telah diseminarkan di Belanda pada Desember 2019 lalu.

Baca juga: Seminar di Belanda, Dosen FSRD Angkat Kearifan Lokal

Buku yang ditulis oleh ketiga dosen FSRD, yaitu Dr. Dra. Christine Claudia Lukman, M.Ds.; Dr. Yunita Setyonignrum, S.Sn., M.Ds.; dan Sandy Rismantojo, S.Sn., M.Ds. ini dibedah oleh pengusaha batik sekaligus Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI), Dr. Komarudin Kudiya, S.Ip., M.Ds. dan oleh Head of Urban Rural Design and Conservation Laboratory, Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul H., S.T., M.T. pada Jumat, 25 September 2020 melalui platform Zoom.

Dr. Krismanto Kusbiantoro, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Inovasi, dan Kemitraan sekaligus Ketua CCDS menyambut rampungnya buku dan kegiatan bedah buku ini dengan antusias. Ia menuturkan, “Buku cantik ini adalah karya yang istimewa dan membanggakan karena ini adalah hasil riset selama dua tahun yang didanai oleh Kemenristekdikti. Buku ini memberi banyak inspirasi dan kepedulian atas pelestarian, khususnya budaya Tionghoa di Indonesia”.

Dalam sesi pembedahannya, Komarudin menyampaikan beberapa hal tentang apa saja yang perlu ditingkatkan dalam buku tersebut sebelum penerbitan cetakan berikutnya. Namun, beliau juga mengapresiasi pembahasan kosmologi kehidupan masyarakat Jawa yang pada umumnya sangat jarang dibahas dalam buku batik. Sedangkan, Kusumaningdyah banyak membahas makna batik dan perkembangannya di daerah Lasem.

Setelah sesi bedah, ketiga orang penulis buku diberi kesempatan untuk memberi tanggapannya dan kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Buku yang membahas tentang sejarah batik Lasem ini mendapat tanggapan positif dan keinginan beberapa peserta untuk memilikinya. Saat ini buku Nilai Tidak Kasat Mata pada 21 Motif Batik Lasem Bersertifikat HKI hanya dapat di pre order dengan menghubungi para penulis atau melalui anggota APPBI dengankisaran harga buku sekitar Rp275.000,-. (pm/gn)

 

Foto: dok. Fakultas Seni Rupa dan Desain via Zoom

Upload pada 26 September 2020