Jais Darga, sebagai art dealer perempuan pertama dari Indonesia telah menginspirasi orang lain terutama Ahda Imran. Melalui inspirasi hidup wanita yang akrab dipanggil Jais inilah, akhirnya Ahda mengangkat kisah hidup Jais melalui interpretasinya. Buku biografi dengan judul “Jais Darga Namaku” berhasil dirampungkan oleh Ahda Imran setelah kurang lebih tiga tahun mewawancarai dan melihat langsung perjalan hidup Jais.

“Melalui buku ini saya melukis bagaimana kesan saya terhadap Teh Jais, itulah yang tertera dalam buku ini,” jelas Ahda melalui acara bedah buku “Jais Darga Namaku” yang dilaksanakan di Open Galery Maranatha, Gedung B lantai 5 pada 15 Mei 2018. “Lalu apa hubungannya kegiatan ini dengan dunia seni rupa?,” lanjut Ahda, “Menurut sebagian orang tua, mengambil jurusan seni rupa bukan pilihan yang baik. Nah, dalam buku ini diperlihatkan profesi kesenian ternyata memberi ruang yang banyak bagi mata pencaharian dan Teh Jais sebagai praktisi art dealer telah mengalami berbagai pengalaman”.

Selain kegiatan bedah buku yang dilaksanakan, Jais Darga turut berbagi pengalamannya melalui obrolan ringan. Sebagai seorang art dealer, Jais tidak hanya menjual karya seni seperti biasa, beliau mencoba untuk menyampaikan selera, trend, apresiasi seni, memahami sejarah seni rupa, riwayat, serta karya sang seniman, dan juga tahu jaringan para kolektornya.

Buku yang telah diterbitkan pada 9 April 2018 ini disajikan dengan gaya novel, “Jais Darga Namaku” merupakan autobiografi yang menyentuh tentang seorang perempuan Indonesia dengan seluruh ambisinya. Kegiatan bedah buku ini menarik perhatian mahasiswa dan beberapa dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha. (pm)

Upload pada 15 May 2018