UK Maranatha kembali berbangga karena tiga orang mahasiswa Fakultas Hukum meraih Juara Harapan dalam Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar-Perguruan Tinggi se-Indonesia XII Tahun 2019. Mereka adalah Alicia Pohan, Kezia Estevien, dan Theo Negoro. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia pada tanggal 13-15 Agustus 2019 ini diikuti sebanyak 24 perguruan tinggi dari tiga regional (barat, tengah, dan timur). Kompetisi penyisihan berlangsung di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Bogor, sedangkan final dan pengumuman pemenang dilaksanakan di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Kompetisi diawali dengan tahap eliminasi dan dilanjutkan dengan tahap regional. Universitas Kristen Maranatha berhasil melaju melewati tahap pertama dan juga berhasil masuk ke dalam 8 besar mewakili regional barat . Seluruh perwakilan tim dari tiga regional kemudian dikumpulkan kembali pada tahap nasional untuk memperebutkan juara pertama.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi tingkat nasional, berbagai hal dilakukan oleh tim debat Maranatha. Sejak tahap eliminasi, Alicia dan kawan-kawan telah melakukan brainstorming meeting untuk membangun chemistry tim. “Kalau chemistry tidak ada, sama saja bohong kan. Makanya kita banyak mengobrol untuk membangun kedekatan, baru kita masuk ke materi,” ujar Theo pada sesi wawancara dengan Tim Pemberitaan. Setelah mengetahui mosi-mosi yang akan dipertandingkan, mereka kemudian melakukan diskusi untuk memikirkan 4-5 langkah mengenai kemungkinan apa saja yang akan muncul selama kompetisi nantinya.

Pada tahap nasional, tim debat Maranatha berhadapan dengan Universitas Muslim Indonesia dan Universitas Tanjungpura pada babak penyisihan dan berhasil menjadi Juara Grup. Begitu pula pada babak perempat final, mereka mampu menghadapi tim dari Universitas Andalas. Namun pada babak semifinal tim kurang beruntung ketika menghadapi Universitas Bengkulu. Theo mengakui, perjalanan kompetisi debat konstitusi ini cukup melelahkan. “Kita nonstop seharian tanggal 14 mengikuti lomba debat terus, dari jam delapan pagi hingga delapan malam. Bahkan saya sendiri hanya tidur sekitar setengah jam saja saat itu,” kenangnya. Mereka kemudian bertanding melawan Universitas Diponegoro untuk memperebutkan Juara III sebagai tim kontra dalam mosi “Pengenaan Pidana pada Pelaku Ujaran Kebencian” pada esok paginya.

Banyak hal yang mereka peroleh setelah mengikuti debat konstitusi ini. Theo yang merupakan mahasiswa angkatan 2016 mengatakan, mereka semakin ditempa untuk meningkatkan kemampuan riset, berbicara, mengutarakan pendapat di depan khalayak, hingga memainkan logika berpikir. Yang paling penting menurutnya adalah mendapat teman-teman baru dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. “Kita menjadi semakin terbuka dengan pandangan-pandangan hukum mereka yang beragam,” tuturnya.

Dosen sekaligus coach tim debat FH, Demson Tiopan, S.H., M.H., mengatakan bahwa mereka cukup bangga dengan prestasi ini karena berhasil membawa Maranatha sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil masuk ke dalam empat besar. Namun, mereka tidak akan berpuas diri, bahkan menargetkan akan meningkatkan kemampuan dan pengalaman mereka dalam kompetisi lainnya di masa depan.

Baca juga : Prestasi Tim Debat Fakultas Hukum di Kompetisi Debat Konstitusi 2018

Kompetisi Debat Konstitusi merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh MK dan diikuti oleh perguruan tinggi se-Indonesia. Tujuan kompetisi ini, dilansir dalam situs Mahkamahkonstitusi.go.id, adalah sebagai sarana bagi MK untuk mendapat masukan terhadap dinamika penegakan konstitusi di Indonesia. Perkembangan di tataran akademis telah menjadi salah satu bagian referensi bagi Mahkamah Konstitusi.

Juara I dalam kompetisi nasional ke-12 yang diikuti oleh 24 perguruan tinggi ini adalah Universitas Bengkulu. Juara II diperoleh Universitas Syiah Kuala, dilanjutkan dengan Universitas Diponegoro, dan terakhir Universitas Kristen Maranatha sebagai peraih Juara Harapan. Pengumuman seluruh pemenang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2019 yang diserahkan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. Anwar Usman, S.H., M.H., disaksikan para anggota MK lainnya dan undangan yang hadir. (sg)

Upload pada 21 August 2019