Dari waktu ke waktu, ilmu kedokteran senantiasa mengalami perkembangan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesehatan di Indonesia serta memberikan informasi, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan webinar bertajuk Expert Update pada Sabtu, 6 Juni 2020. Webinar ini mengundang dua pakar dengan dua topik yang saling berkaitan, yaitu “Diabetic Nephropathy” dibawakan oleh dr. Santoso Chandra, Sp.PD-KGH. dan “Renal Replacement Therapy” disampaikan oleh dr. Krisna Mulasimadhi, Sp.PD.

Topik mengenai renal replacement therapy atau terapi pengganti ginjal disampaikan oleh dr. Krisna pada sesi pertama. Sebagai permulaan, dr. Krisna membahas mengenai ginjal dan fungsinya; prinsip terapi pengganti ginjal; hemodialisis; dan dialisis peritoneal. Melalui pembahasannya, ia berharap materi ini bisa menjadi bekal untuk para mahasiswa dalam mengetahui fungsi alat terapi ginjal, cara memakainya, dan lain-lain.

“Ginjal adalah salah satu organ penting, yang fungsi utamanya untuk menyaring racun,” jelas dr. Krisna. Namun, penyakit yang menyerang ginjal juga banyak. dr. Krisna menerangkan bahwa penyakit ginjal terbagi menjadi dua, yaitu penyakit ginjal akut (PGA) dan penyakit ginjal kronis (PGK). Dalam menangani penyakit ginjal dengan sistem terapi harus mengetahui penyebab penyakit tersebut, misalnya kekurangan cairan, darah, adanya batu, dan lain-lain. “Penyebab penyakit ginjal kronis itu banyak, salah satunya diabetes,” tutur dr. Krisna. Jika ginjal mengalami masalah, terapi ginjal yang dapat dipakai adalah dengan hemodialisis dan peritoneal dialisis. “Namun, terapi ginjal ini tidak bisa menggantikan fungsi ginjal secara keseluruhan karena ini merupakan ciptaan Tuhan,” katanya. Selain itu, terapi hemodialisis dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki unit dan izin hemodialisis, sedangkan peritoneal dialisis dapat dilakukan di rumah.

Selanjutnya pada sesi kedua, dr. Santoso menjelaskan mengenai Nefropati Diabetes (DN), yaitu penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes. “Tetapi tidak semua pasien pengidap diabetes akan mengalami gagal ginjal, kecuali memiliki faktor genetik,” papar dr. Santoso. Ia menjelaskan bahwa penyakit ginjal diabetes merupakan penyebab terbanyak gagal ginjal. Penyakit DN dapat diobati dengan melaksanakan penatalaksanaan DN. “Caranya dengan menurunkan risiko kejadian kardiovaskular, pengendalian gula darah, pengendalian tekanan darah, dan penyekat RAS,” jelasnya. Selain itu, dr. Santoso juga menjelaskan untuk menurunkan risiko terkena penyakit DN dapat menerapkan gaya hidup sehat seperti terapi anti lipid, olahraga, memiliki berat badan ideal, dan berhenti merokok.

Dekan Fakultas Kedokteran Maranatha, dr. Lusiana Darsono, M.Kes. yang turut mengikuti webinar mengucapkan terima kasih atas kesediaan para dokter sebagai narasumber dan juga partisipasi peserta. “Walau di masa pandemi yang sulit seperti ini, sisi positifnya kita bisa berbagi ilmu dan informasi, walau hanya sekadar online,” tutur dr. Lusiana. “Dengan diadakannya Expert Update semoga bisa memberikan manfaat. Tetap sehat dan semangat untuk pelayanan kesehatan Indonesia yang lebih baik lagi,” tutup dr. Lusiana sebagai harapannya. (ns/gn)

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 9 June 2020