Dunia saat ini sedang bersiaga penuh melawan Covid-19. Komunitas seniman Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN Digital Art Society (ASEDAS) pun tidak tinggal diam. Sebagai bentuk perlawanan terhadap pandemi Covid-19, ASEDAS mengundang para seniman dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam ajang ASEDAS 2020 International Virtual Digital Art Exhibition bertemakan “Covid-19 Awareness”.

Baca juga: Mengenang Djuhara dan Cita-Cita Kedaulatan Arsitek Indonesia

ASEDAS dibentuk pada April 2020, berdasarkan inisiatif dua negara, yaitu Malaysia dan Indonesia. Dikutip dari website resminya, ASEDAS didirikan oleh Assoc. Prof. Ahamad Tarmizi Azizan dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK), Malaysia, dan Dr. Ariesa Pandanwangi dari Universitas Kristen Maranatha, Indonesia. ASEDAS 2020 International Virtual Digital Art Exhibition merupakan ajang pameran virtual pertama yang diadakan oleh ASEDAS, dengan mengangkat tema Covid-19. Dalam penyelenggaraannya, ASEDAS menggandeng kemitraan strategis dengan berbagai pihak, khususnya universitas dari Malaysia, Indonesia, dan beberapa negara lainnya.

Baca juga: Top 100 Universitas Terbaik Indonesia 2020, Maranatha Salah Satunya

Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU. menyatakan bahwa Universitas Kristen Maranatha sangat mendukung inisiatif tersebut. Prof. Sri Widiyantoro menyebutkan bahwa ASEDAS memberikan kesempatan kepada seniman dan akademisi untuk berkontribusi dan membagikan pemikiran mereka mengenai Covid-19 kepada dunia, melalui karya seni digital.

Diumumkan melalui media sosial resminya, ASEDAS 2020 International Virtual Digital Art Exhibition pada 3 Mei 2020 telah menerima 162 karya dari 18 negara. Penerimaan karya masih dibuka hingga 15 Mei 2020, dan pembukaan pameran secara online dijadwalkan pada 6 Juni 2020. (ins/pm)

 

Gambar: https://asedas042020.wixsite.com/asedas

Upload pada 5 May 2020