Dr. Eng. Bondan Suwandi, S.T., M.Sc., salah seorang alumnus dari Program Studi S-1 Teknik Elektro, berkesempatan untuk membagikan ilmu yang diperolehnya melalui kuliah umum yang digelar pada Selasa, 23 April 2019 di Ruang Markus, Gedung Administrasi Pusat lantai 7, Universitas Kristen Maranatha. Kuliah umum yang diikuti sekitar 60 orang ini terdiri dari Kepala Program Studi S-1 Teknik Elektro, Novie T. br. Pasaribu, S.T., M.T. beserta staf jajarannya, para dosen, dan mahasiswa.

Alumnus angkatan 2002 ini memaparkan materi mengenai strategi untuk menggabungkan data-data parameter dari berbagai sensor untuk mengestimasi posisi dan bagaimana cara mengkompensasi getaran yang ada pada berbagai kendaraan di bandar udara dengan judul “Low-Cost Apron Vehicle Positioning System Using Multi-sensor Fusion Strategy Approach”.

Dalam kuliahnya, Bondan menjelaskan International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional memiliki standar yang telah diatur di dalam ICAO 9830 atau A-SMGCS (Advanced-Surface Movement Guidance and Control System). Dokumen ini mengatur setiap bandara harus memiliki fitur pengawasan, kontrol, perencanaan, dan pedoman terhadap kendaraan-kendaraan yang beredar di bandara seperti kendaraan pengangkut bagasi, pengangkut bahan bakar, dan sebagainya.

Namun untuk memenuhi standar ini, nilai investasi yang diperlukan ternyata sangat besar dan akan sulit dipenuhi oleh bandara kecil seperti ratusan bandara perintis yang berada di Indonesia. Menurutnya Low Cost  Apron Vehicle Positioning System yang Bondan dan rekan-rekan penelitinya ajukan akan sangat membantu dalam mengembangkan sistem pemantauan kendaraan di berbagai bandara perintis yang ada khususnya di Indonesia.

Bondan saat ini bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai Perekayasa Ahli Muda. Bekerja sejak tahun 2008, ia telah bermimpi untuk menyelesaikan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Hingga pada tahun 2012, ia memperoleh beasiswa di Fachhochschule Südwestfalen, Jerman dan memperoleh gelar Master of Science di bidang System Engineering and Engineering Management pada tahun 2014. Dua tahun setelahnya Bondan kembali berkesempatan melanjutkan pendidikannya di Kumamoto University, Jepang pada Computer Sains and Electrical Engineering dan pada bulan Maret lalu berhasil memperoleh gelar doktornya.

Pada kesempatan ini Bondan juga membagikan pengalamannya dalam memperoleh beasiswa khususnya di luar negeri. Ia mengungkapkan bahwa penting bagi para pemburu beasiswa untuk mengetahui alasan dan tujuan ingin melanjutkan studi. Selain itu perlu untuk mengetahui ke mana hendak meneruskan pendidikannya dan jurusan apa yang ingin diambil. Karena jika tidak sesuai keinginan dan dilakukan sepenuh hati, akan banyak yang gugur di tengah jalan seperti yang telah dialami oleh teman-temannya.

Hal terpenting lainnya adalah mengetahui apa yang akan dilakukan setelah lulus nanti. “Yang terakhir kita harus percaya diri dan tetap mencoba, jangan menyerah. Pengalaman saya, cari beasiswa itu tidak gampang, tapi begitu mendapatkan beasiswanya, apa yang telah dikorbankan itu akan terbayarkan seluruhnya melalui ilmu dan pengalaman yang akan diperoleh di sana,” tutupnya. (sg)

Upload pada 29 April 2019