3:09 AM - 22 October 2014

Perayaan Hari Kartini

By dwa - Tue May 15, 2:43 pm

Ibu kita Kartini, putri sejati..

Putri Indonesia, harum namanya..

Wahai ibu kita Kartini..

Putri yang mulia..

Sungguh besar cita-citanya..

Bagi Indonesia.

 

Demikianlah sepenggal lagu karangan W.R. Supratman yang akrab terdengar di telinga kita setiap kali tanggal 21 April tiba. Ya, lagu Ibu Kita Kartini sering terdengar berkumandang sebagai bentuk peringatan hari kelahiran Raden Ajeng Kartini, salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Beliau adalah seorang perempuan kelahiran Jepara, 21 April 1879, putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosrodiningrat, Bupati Jepara. Di masa itu, Kartini bersekolah sampai pada usia 12 tahun, setelahnya, ia harus dipingit atau harus tinggal diam di dalam rumahnya. Kartini muda adalah seorang gadis yang cerdas dan pandai berbahasa Belanda. Selama ia dipingit, RA Kartini banyak berkorespondenso dengan teman-temannya yang tinggal di Belanda. Dari mereka, Kartini banyak belajar mengenai perempuan-perempuan Eropa dan kemajuan pola pikir mereka. Berbekal korespondensi inilah, Kartini berkeinginan untuk memajukan kehidupan perempuan Indonesia. Setelah beliau menikah dengan Bupati Rembang, Kartini berhasil mendirikan sebuah sekolah wanita yang diberi nama Sekolah Kartini. Kartini meninggal dunia pada tanggal 17 September 1904 di usianya yang baru 25 tahun, namun kepergiannya tidaklah sia-sia. Raden Ajeng Kartini merupakan pelopor gerakan emansipasi wanita di Indonesia, surat-suratnya dikumpulkan oleh Mr. J.H. Abendanon dan dibukukan dengan judul ‘Door Duisternis tot Licht’ yang diterjemahkan menjadi ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Buku ini kemudian memberikan inspirasi bagi tidak hanya perempuan-perempuan Indonesia namun juga perempuan-perempuan Belanda untuk memberikan kontribusi kepada kemandirian dan emansipasi kaum wanita.

Selaras dengan cita-cita mulia Raden Ajeng Kartini, pada hari Sabtu, 7 Mei 2011 yang lalu, Universitas Kristen Maranatha dan Ikatan Kekeluargaan Perempuan Maranatha mengadakan acara bertajuk “PERAYAAN HARI KARTINI”. Acara ini berlangsung dari pkl. 09.00 – 14.00 WIB dan bertempat di Gedung Seni Rupa Universitas Kristen Maranatha. Peserta acara ini adalah seluruh anggota yayasan, dosen, karyawan, serta keluarganya. Acara ini meliputi acara demo masakan China, Jepang, dan Korea, serta lomba-lomba, yaitu Lomba Memasak dan Menghias Mie Goreng, Lomba Menggambar dan Mewarnai, serta Lomba Clay.

Acara pertama adalah demo masakan China, Jepang dan Korea. Pada acara ini, audiens menyaksikan bagaimana cara mengolah dan memasak masakan China, Jepang, dan Korea. Pendemo acara memasak ini adalah orang-orang asli China (3 orang yang sedang melakukan pengabdian di UKM), Jepang (Pak Hombing), dan Korea (Ibu Febe). Audiens juga berkesempatan untuk mencoba membuat sendiri masakan Jepang dan Korea serta mencicipi masakan yang sudah jadi. Pada kesempatan ini, Bapak H.P. Septoratno Siregar, Rektor Universitas Kristen Maranatha juga ikut ambil bagian dalam membuat masakan Korea.

Setelah mendapat ilmu yang cukup banyak tentang membuat masakan Korea dan Jepang, acara dilanjutkan dengan Lomba Memasak dan Meghias Mie Goreng. Lomba ini merupakan pertandingan antar kelompok, satu kelompok terdiri atas 4 orang, 2 orang pria yang bertugas memasak, dan 2 orang wanita yang bertugas menghias mie goreng yang sudah jadi. Lomba memasak dan menghias mie goreng ini dikuti oleh 16 kelompok yang berasal dari berbagai divisi dan fakultas yang ada di Universitas Kristen Maranatha, di antaranya yaitu dari Fakultas Hukum, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Sastra, Fakultas Kedokteran, Biro Administrasi dan Keuangan (BAU), divisi Humas Maranatha, divisi Desain Grafis Maranatha, dan bahkan tim dari Perpustakaan Maranatha juga ikut mbil bagian dalam lomba ini. Lomba dibagi dalam dua shift di mana dalam satu shift ada delapan kelompok yang bertanding. Penilaian didasarkan atas tingkat kebersihan, kreativitas dalam menghias, waktu masak dan penyajian, serta kadar gizi dalam masakan. Juara pertama Lomba Memasak dan Menghias Mie Goreng ini deraih oleh tim dari Fakultas Hukum dengan koki mereka, Bapak Johannes Ibrahim, Dekan Fakultas Hukum., sementara Juara kedua diraih oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, dan Juara Ketiga Direbut oleh Fakultas Sastra.

Sementara Lomba Memasak dan Menghias Mie Goreng ini berlangsung, Lomba Mewarnai bagi anak-anak usia 4-6 tahun dan Lomba Menggambar bagi anak-anak usia 7-12 tahun juga tengah berlangsung. Peserta kedua lomba ini adalah putra-putri keluarga yayasan, dosen dan karyawan Universitas Kristen Maranatha. Pada Lomba Mewarnai, peserta diberikan gambar “Finding Nemo” dan diminta untuk mewarnai gambar tersebut sesuka hati mereka. Sementara di Lomba Menggambar, peserta diminta untuk menggambar sesuatu yang sesuai dengan tema hari itu, yakni Kartini. Para peserta kedua lomba ini terlihat sangat antusias dalam melakukan pekerjaan mereka. Setelah lomba mewarnai selesai, Lomba Clay bagi anak-anak usia 4-6 tahun pun dimulai. Di lomba ini, peserta yang masih berusia 4-6 tahun lagi-lagi diminta untik membentuk suatu karya dari tanah liat (clay) sesuka hati mereka.

Rangkaian Acara “PERAYAAN HARI KARTINI” ini kemudian ditutup dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba serta pembagiandoor prize bagi mereka yang beruntung. Rangkaian acara ini diketuai oleh Ibu Novi Theresia, dosen Jurusan Teknik Elektro. Dalam wawancaranya, beliau menyampaikan tujuan acara “PERAYAAN HARI KARTINI” ini yaitu untuk mempererat hubungan antar anggota Ikatan Kekeluargaan Perempuan Maranatha yang merupaka karyawati serta istri-istri dosen dan dosen-dosen wanita di Universitas Kristen Maranatha. Selain itu juga tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas seluruh karyawan dan anggota keluarga Maranatha sebagai salah satu bentuk pengabdian dari Universitas Kristen Maranatha kepada masyarakat untuk memperingati Hari Kartini.

Tentu cukup banyak yang bertanya mengapa peringatan hari kartini dirayakan dengan demo masakan China, Jepang, dan Korea. Alasannya ialah karena peringatan Hari Kartini ini adalah yang ketiga kalinya dirayakan di Universitas Kristen Maranatha, dan pada kedua perayaan sebelumnya masakan khas Indonesia sudah didemokan. Jadi kali ini, para panitia berkeinginan agar para ibu dan peserta mendapat pengetahuan tambahan mengenai masakan dari luar Indonesia, terutama yang berasal dari Asia, “Agar ibu-ibu ini menjadi lebih kreatif dalam menyajikan masakan bagi keluarga,” begitu tutur Ibu Novi.

Menurut Bapak Septo, Rektor UKM, acara perayaan Kartini kali ini sangat baik karena melibatkan partisipasi dari karyawan/wati dan dosen Universitas Kristen Maranatha, selain itu, kali ini juga turut melibatkan partisipasi dari ornag China, Jepang, dan Korea sendiri dalam memberikan demo masak. Hal ini menurut Pak Septo sangatlah baik dan cukup membanggakan bagi Universitas Kristen Maranatha sendiri karena telah menyumbangkan partisipasi dalam pertukaran budaya dengan negara lain dalam hal kuliner.

Selamat hari Kartini, jayalah selalu Perempuan Indonesia!

.ino

Leave a Reply

Comments are closed on this post.