Pertukaran Pelajar ke Cina
By dwa - Tue May 08, 2:04 pm
saya sangat berterima kasih kepada Universitas Kristen Maranatha yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Guangxi Normal University di Guilin, sehingga telah menambah pengalaman dan menjadi pelajaran dalam kehidupan saya. Berikut cerita dan beberapa foto saya selama saya berada di Guilin.
Keberangkatan dan kedatangan
Pada tanggal 25 Agustus 2010 kami semua berangkat ke Guilin dari airport Soekarno Hatta di Jakarta. Kami tiba di Guilin pada malam hari dan diberikan makanan penyambut dari asrama kami. Beberapa hari sebelum perkuliahan dimulai, ada beberapa anak kelas datang ke asrama kami dan membawa kami ke kelas tempat kami akan belajar. Tanpa sepengetahuan kami, semua teman-teman kelas menanti kedatangan kami dan mereka sangat antusias akan kedatangan kami. Di sana kami disambut dan dipersilahkan memperkenalkan diri. Teman-teman kelas sangat kompak, mereka bersama-sama membereskan dan membersihkan kelas. Selain itu mereka mengajak kami pergi makan bersama. Mereka menyambut kami dengan sangat baik.
Pada awalnya kami masih belum terbiasa dengan bahasa Mandarin dan makanan Guilin. Awalnya kami memiliki kendala di bahasanya, karena orang-orang Guilin berbicara dengan sangat cepat. Makanannya pun berbeda karena beda rasanya dengan makanan di Indonesia. Tapi seiringnya waktu, kami terbiasa juga dengan bahasa Mandarin dan makanan di Guilin. Selain kami belajar bersama teman-teman Guilin, kami juga terkadang main dan makan bersama. Teman-teman kelas kami sangat baik, mereka tidak lelah menjelaskan pada kami apabila ada sesuatu yang tidak kami mengerti. Mereka juga sering mengajak kami berpergian dan bermain bersama. Selain itu dosen-dosen juga mengasistensi hasil kerja kami dengan sabar hingga kami mengerti apa yang dimaksud.
Proses pembelajaran di Guangxi Normal University Guilin

Pada bulan pertama hingga bulan keempat kami belajar bagaimana menggunakan kuas dan membuat poster. Kami diajarkan bagaimana menggambar gunung, tanaman, pemandangan, dan orang, dengan menggunakan kuas. Ternyata dalam menggambar chinesse painting bukan saja goresan kuas yang dilihat, namun perasaan emosi dan kesabaran kita yang ikut dalam menggambarnya. Selain itu, tanpa disadari kami juga menambah kemampuan berbahasa kami di sana. Teman-teman Guilin membantu dan membenarkan kami apabila kami salah dalam mengucapkannya.
Disana proses pembelajarannya berbeda dengan di Indonesia. Disana kami belajar 1 mata pelajaran dalam waktu 1 bulan. Total kami belajar 4 pelajaran dalam waktu 4 bulan. Kami seringkali pergi ke kelas menggunakan bus sekitar 15 menit dari asrama. Terkadang kegiatan belajar dilakukan di tempat wisata yang berada di Guilin. Kami pergi ke beberapa tempat wisata Guilin untuk menggambar. Di sana biaya masuk tempat wisata 1 Ren Min Bi atau sama dengan 1400 Rupiah apabila menggunakan kartu pelajar. Menurut saya sangat asik belajar di Guilin. Banyak hal-hal yang menarik di Guilin dan menambah wawasan kita.

Selain teman-teman Guilin kami juga berkenalan dengan teman-teman Indonesia yang berada di Guilin. Mereka memiliki acara kebudayaan Indonesia. Selain kegiatan kuliah, di sana kami juga diajak berpartisipasi dalam acara kebudayaan Indonesia yang baru bisa dilaksanakan sekitar bulan Mei. Walau kami tidak bisa ikut melaksanakan acara tersebut, tapi kami juga dapat menambah pengalaman kami dalam merencanakan acara tersebut. Sangat senang memiliki kesempatan mengenal teman-teman Indonesia yang berada di Guilin. Mereka memiliki semangat yang tinggi dalam menyusun acara kebudayaan Indonesia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia dan mengharumkan nama Indonesia.
Kami mengikuti perkuliahan selama 1 semester. Dan setelah kami pulang ke Indonesia dan kembali belajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain, kami wajib membuat laporan dan memamerkan hasil proses pembelajaran di Galery Maranatha. Demikian pengalaman berharga selama mengikuti program pertukaran pelajar ke Cina. Bagi teman-teman dari Seni Rupa dan Desain yang berminat dapat menghubungi Ibu Ariesa di Fakultas Seni Rupa dan Desain. Saat ini FSRD sedang mempersiapkan untuk keberangkatan berikutnya bulan Agustus 2011. Universitas yang dapat dipilih adalah Guangxi Normal University di Guilin, Guangxi Arts Institute di Nanning, Shanghai Normal University di Shanghai dan Hebei Normal University di Beijing. (CHRISTINE – 2011)

