Simposium internasional Spirit of Bandung untuk keempat kalinya diadakan di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 7-8 November 2019. Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan Hebei Normal University (HNU) dan China Railway Group Limited (CREC). Bertemakan “Ecotourism Industry Development and Environment Protection”, simposium ini membahas potensi industri pariwisata khususnya di Jawa Barat, isu-isu mengenai lingkungan, serta permasalahan dan solusi yang dapat dikembangkan.

H. Uu Ruzhanul Ulum, Plh. Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya mengucapkan bahwa Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, dengan jargon “Jabar Juara Lahir dan Batin”, memberikan perhatian khusus pada dunia pariwisata. “Maranatha melalui kegiatan seperti ini telah berpartisipasi memberikan sumbangsih, dorongan, dan daya ungkit untuk suksesnya pariwisata Jawa Barat,” ungkapnya. “Kerja sama antara Maranatha dengan pemerintah Jawa Barat sangat diharapkan dalam bidang apa saja, terutama untuk pengembangan pariwisata,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor UK Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa acara Spirit of Bandung yang diprakarsai oleh Pusat Bahasa Mandarin UK Maranatha merupakan salah satu bentuk komitmen Maranatha untuk mengembangkan semangat kebersamaan internasional, khususnya hubungan Indonesia dengan Tiongkok. “Perkembangan hubungan Indonesia dan Tiongkok yang semakin pesat, berkontribusi pada pengembangan kesejahteraan dan ekonomi kedua negara. Hal ini pada akhirnya akan mengembangkan kualitas kehidupan dan perdamaian di kawasan Asia,” paparnya.

Turut memberikan sambutan dalam rangkaian pembukaan (Kamis, 7/11) di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A., adalah Rektor HNU, Prof. Liu Jingze, Ph.D.; General Manager China Railway Group Limited (CREC), Zhang Wei; dan Sekretaris Atase Kebudayaan Kedubes Tiongkok untuk Indonesia, Li Chen yang membacakan sambutan mewakili Atase Kebudayaan Kedubes Tiongkok untuk Indonesia.

Pada hari pertama simposium, keynote speaker yang membawakan materi adalah Robby Y. Tallar, S.T., M.T., Dipl. IWRM., Ph.D., Wakil Rektor III UK Maranatha, dengan materi berjudul “Water Issues in Ecotourism Industry Development and Environmental Protection”; Prof. Shen Hejiang, Profesor HNU, membawakan materi “Two Mountains Theory and Ecological Environment Optimization of Rural Tourism Community”; Dewi Kaniasari, S.Sos., M.A., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, membahas materi “Tourism Village as a Solution for Improvement Community Quality of Life”. Sesi ini dipandu oleh Olga C. Pattipawaej, Ph.D., Wakil Rektor I UK Maranatha sebagai moderator.

Para pembicara pada sesi diskusi selanjutnya adalah Dr. Tonny Hendratono, Direktur Program Pascasarjana STIPRAM Yogyakarta, membawakan materi mengenai manajemen pariwisata; Dr. Krismanto Kusbiantoro, M.T., Ketua Program Sarjana Arsitektur UK Maranatha, membawakan materi berjudul “Industri Ekowisata dan Wisata Budaya di Pulau Bangka: Antara Tantangan dan Potensi”; Hu Qisheng, Vice General Manager China Railway Group Limited (CREC), membahas mengenai konstruksi hijau pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung; dan Li Hao, Profesor HNU, dengan judul materi “Forest Landscape Restoration: a Kind of Nature-Based Solution in Jing-Jin-Ji Region”. Sesi diskusi ini dimoderatori oleh Nonie Magdalena, S.E., M.Si., Wakil Rektor IV UK Maranatha.

Septerianie S., B.A., M.TCSOL., Direktur Indonesia Pusat Bahasa Mandarin (PBM) UK Maranatha selaku Ketua Panitia 4th Spirit of Bandung memberikan keterangan bahwa acara ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif “One Belt One Road”, dengan tujuan memperdalam pertukaran dan rasa saling pengertian antara dua negara, Indonesia-Tiongkok, untuk bersama-sama membangun ekosistem yang harmonis. “Tahun ini Spirit of Bandung mengangkat tema Ecotourism Industry Development and Environment Protection, salah satunya untuk menyikapi berkembangnya potensi pariwisata Jawa Barat, khususnya dengan adanya pembangunan infrastruktur kereta cepat Jakarta-Bandung,” jelasnya. “Topik tentang pariwisata ini sejalan dengan rencana dibukanya Fakultas Pariwisata di Universitas Kristen Maranatha,” sambungnya. Hal ini sesuai dengan visi pembangunan pariwisata Jawa Barat yang melibatkan unsur-unsur pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, pengusaha, dan media. (ns/ins)

Upload pada 7 November 2019