Universitas Kristen Maranatha untuk pertama kalinya menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk 1st International Conference on Emerging Issues in Humanity Studies and Social Science (ICE-HUMS) yang berlangsung secara daring pada 1-2 Juli 2021. Kegiatan ini diselenggarakan bersamaan dengan International Conference on Emerging Issues in Technology, Engineering, and Science (ICE-TES) yang membahas topik pada bidang ilmu yang berbeda. Konferensi ini disediakan untuk memfasilitasi para akademisi, mahasiswa, pakar dan praktisi dari berbagai institusi untuk membicarakan penelitian ilmiah, aktivitas, dan proyek inovatif mereka.

ICE-HUMS mengambil tema besar, yaitu “Innovations for Sustainable Community Development – Research and Practices”. Dalam sambutannya, Rektor UK Maranatha, Prof. Ir Sri Widiyantoro, M.Sc, Ph.D., IPU mengatakan, konferensi ini disajikan sebagai platform bagi para pembicara dan peserta untuk dapat membagikan hasil penelitian, belajar dari hasil karya penelitian terkini, serta menginisiasi dan menguatkan kerja sama di masa depan. “Saya harap, apa yang kita dapatkan hari ini dapat menjadi manfaat untuk membangun kerja sama di tengah para peserta konferensi ini,” tuturnya.

Ketua Program Magister Ilmu Komputer Maranatha, Dr. Hapnes Toba, M.Sc. selaku Ketua Panitia Umum mengungkapkan bahwa ICE-HUMS yang diselenggarakan bersamaan dengan ICE-TES merupakan event kembar yang menunjukkan passion Universitas dalam menyeimbangkan isu teknologi dan humaniora di bidang keilmuan, dan membagikan nilai dasar dari Universitas, yaitu Integrity, Care, dan Excellence (ICE).

Tema besar yang diambil dalam konferensi ini berfokus pada United Nations’ Sustainable Development Goals (SGD) yang menekankan aspek-aspek, yakni ICE-TES (Digital Ecosystem for Sustainable Health & Community Development: Towards the Intelligent Society) dan ICE-HUMS (Innovations for Sustainable Community Development: Research and Practices).

“Kami percaya penelitian dan inisiatif yang memiliki pendekatan pragmatik dan multidisiplin/interdisiplin memungkinkan kami untuk mengungkap masalah mendasar dan menjawab pertanyaan yang terkait dengan pengembangan yang berkelanjutan,” kata Hapnes melanjutkan.

Konferensi internasional ini telah diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Jerman, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia. Selain itu, kegiatan ini menerima 130 pengajuan dan meloloskan 76 paper dari penulis yang berasal dari empat negara, dengan persentase penerimaan sebesar 58,4% yang sesuai dengan syarat penerimaan.

Paper yang telah terkumpul tersebut kemudian dipresentasikan dalam kegiatan ini. Di samping itu, penyelenggaraan ICE-HUMS juga dilengkapi dengan pemaparan materi oleh delapan keynote speaker, di antaranya: Drs. Ignasius Jonan, M.A. (Menteri Sumber Daya Energi dan Mineral 2016 – 2019; Independent Commissioner PT Unilever Indonesia); Ikhsan Baidirus, S.H., LLM. (Kepala Pusat Kelembagaan Internasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia); Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, S.H., M.H., FCB.Arb. (Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI); Prof. Dr. Pim Martens (Maastricht University, Belanda); Dr. Dwinita Larasati, S.Sn., M.A. (Institusi Teknologi Bandung); Prof. Chien-Hsu Chen, Ph.D. (National Cheng Kung University, Taiwan); Prof. Dr. Wilson Bangun, S.E., M.Si. (UK Maranatha); dan Prof. Dr. Marcellia Susan, M.T. (UK Maranatha). (gn)

 

Foto: dok. Panitia ICE-HUMS via Zoom

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 9 July 2021